Rabu, 22 Juli 2026 | 01:08
NEWS

Rudal dan Drone Iran Terus Bombardir Kuwait

Rudal dan Drone Iran Terus Bombardir Kuwait
Ilustrasi akibat serangan rudal dan drone (Dok Askara-freepik)

ASKARA - Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya dalam beberapa jam terakhir aktif menghadapi serangan rudal dan drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi melalui akun media sosial X, militer Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah merupakan hasil intersepsi oleh sistem pertahanan udara terhadap proyektil yang datang.

“Suara yang terdengar di beberapa area di Kuwait berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat rudal dan drone,” demikian keterangan militer Kuwait dalam pernyataan yang telah diterjemahkan.

Serangan tersebut diduga terkait dengan eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Para analis militer menilai salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi serangan tersebut adalah karakteristik drone Iran yang relatif kecil dan terbang rendah. Drone tipe Shahed, misalnya, memiliki ukuran kompak dengan bentang sayap sekitar dua hingga tiga meter sehingga sulit terdeteksi radar. Selain itu, drone tersebut juga memiliki jejak panas yang kecil dan sering terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari sistem pertahanan udara. 

Kombinasi ukuran kecil, profil radar rendah, serta kemampuan diluncurkan dalam jumlah besar membuat drone jenis ini kerap digunakan untuk menguji atau bahkan membanjiri sistem pertahanan udara lawan.

Otoritas Kuwait menyatakan pasukan pertahanan udara tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk.

 

 

Komentar