Selasa, 21 Juli 2026 | 11:10
LIFESTYLE

Batu Hijau Serpentine dan Moss Agate Dipercaya Bawa Energi Positif

Batu Hijau Serpentine dan Moss Agate Dipercaya Bawa Energi Positif
Batu akik lumut (Dok Askara)

ASKARA Batu berwarna hijau gelap dengan motif bercak menyerupai lumut kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta batu dan komunitas spiritual. Jenis batu yang kerap diidentifikasi sebagai Serpentine maupun Moss Agate (akik lumut) ini dipercaya memiliki makna simbolik dan energi metafisika yang kuat.

Di dunia kristal, Serpentine dikenal sebagai batu transformasi. Sebagian praktisi meditasi menyebutnya sebagai stone of awakening atau batu kebangkitan. Warna hijaunya dikaitkan dengan chakra jantung yang melambangkan cinta, keseimbangan, dan harmoni.

Serpentine diyakini membantu proses pembersihan energi diri, memperkuat koneksi dengan alam, serta membangkitkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Tak heran, batu ini sering digunakan dalam praktik refleksi diri dan penguatan spiritual.

Sementara itu, jika batu tersebut termasuk kategori Moss Agate, ia lebih identik dengan simbol pertumbuhan dan kelimpahan. Corak lumut yang menyebar alami di dalam batu dianggap merepresentasikan kehidupan dan kesuburan.

Secara simbolis, Moss Agate dipercaya membawa keberuntungan dalam usaha dan pertanian. Karena itu, batu ini kerap dijadikan jimat atau sekadar aksesoris yang diyakini dapat memancarkan energi positif.

Selain itu, batu hijau gelap juga sering diasosiasikan sebagai pelindung dari pengaruh negatif. Dalam tradisi lama, batu ini disebut mampu membantu menenangkan pikiran, meredakan kecemasan, dan menstabilkan emosi.

Meski demikian, para pemerhati batu alam mengingatkan bahwa manfaat tersebut lebih bersifat simbolik dan spiritual. Keyakinan serta niat baik pemakainya menjadi faktor utama dalam memaknai keberadaan batu tersebut.

Pada akhirnya, batu hanyalah bagian dari ciptaan alam. Nilai dan energinya kembali pada cara manusia memaknainya sebagai sarana refleksi, ketenangan, dan pengingat akan keseimbangan hidup.

 

 

Komentar