Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05
NEWS

Tangis Korban Perdagangan Orang di NTT, Gubernur KDM Datang Menjemput

Tangis Korban Perdagangan Orang di NTT, Gubernur KDM Datang Menjemput
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menjemput 13 warga Jawa Barat yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (Dok Askara)

ASKARA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menjemput 13 warga Jawa Barat yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (23/2/2026).

Para korban sebelumnya diamankan di rumah aman milik Tim Relawan Kemanusiaan untuk Flores (TRUK-F) yang dipimpin Suster Fransiska Imakulata. Dari total 13 orang, sebanyak 12 korban dipulangkan secara bersamaan, sementara satu korban telah lebih dulu meninggalkan NTT.

Pemulangan dilakukan melalui penerbangan perintis menggunakan pesawat dari Bandara Frans Seda, Maumere, menuju Labuan Bajo dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta. “Sekarang para korban sudah berada di Labuan Bajo,” ujar Dedi.

Ia menegaskan, penjemputan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi para korban dalam keadaan sehat, selamat, dan siap kembali ke Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan memberikan pendampingan hingga proses pemulihan dan hukum selesai.

Dalam proses tersebut, Dedi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, mengingat sejumlah korban berasal dari dua daerah tersebut.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu memastikan penanganan hukum tetap berjalan. Pemprov Jabar menggandeng Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta tim kuasa hukum untuk mengawal perkara hingga tuntas.

“Proses hukumnya berlanjut, mulai dari penyelidikan, penetapan tersangka, hingga nanti jika diperlukan menjadi saksi di pengadilan. Kami siap mendampingi,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah 13 perempuan asal Jawa Barat diduga mengalami kekerasan, pelecehan seksual, ancaman, serta dipaksa bekerja di luar kontrak di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Sejak awal, para korban mendapat perlindungan dan pendampingan dari TRUK-F sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan terus memantau perkembangan perkara tersebut serta memberikan dukungan psikologis dan hukum bagi para korban.

 

 

Komentar