Rabu, 22 Juli 2026 | 03:38
TRAVELLING

“Pulau di Langit” di Perbatasan Tiga Negara

Gunung Roraima, Simpan Misteri dan Keajaiban Alam

Gunung Roraima, Simpan Misteri dan Keajaiban Alam
Ilustrasi Gunung Roraima (Dok Gemini)

ASKARA – Berdiri megah di perbatasan Venezuela, Brasil, dan Guyana, Gunung Roraima dikenal sebagai salah satu formasi geologi tertua di Bumi. Gunung dengan puncak datar menyerupai meja raksasa ini termasuk dalam kategori tepui, yakni dataran tinggi batuan purba dengan tebing vertikal curam yang menjulang hampir 400 meter.

Roraima kerap dijuluki sebagai “Pulau di Langit” karena bagian puncaknya sering tertutup kabut dan awan tebal, menciptakan kesan terisolasi dari dunia luar. Kondisi tersebut membentuk ekosistem unik yang berbeda dari kawasan hutan hujan di sekitarnya.

Di atas puncaknya, terdapat kolam-kolam alami berair jernih yang terbentuk dari air hujan. Selain itu, kawasan ini menjadi habitat berbagai flora eksotis, termasuk tanaman karnivora yang mampu bertahan hidup di tanah miskin nutrisi. Tak hanya itu, sejumlah spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain juga hidup di kawasan ini, menjadikan Roraima sebagai laboratorium alam bagi para ilmuwan.

Bagi suku asli Pemon, Gunung Roraima memiliki nilai spiritual mendalam. Dalam mitologi mereka, gunung ini dipercaya sebagai tunggul dari pohon dunia yang tumbang, simbol penting dalam kosmologi setempat.

Keunikan lanskap Roraima juga menginspirasi dunia sastra. Penjelajahannya pada abad ke-19 membuka perhatian dunia Barat, dan keindahannya disebut-sebut menjadi inspirasi bagi novel petualangan legendaris The Lost World karya Arthur Conan Doyle.

Hingga kini, Gunung Roraima tetap menjadi daya tarik bagi ilmuwan, pendaki, dan petualang dari berbagai penjuru dunia. Perpaduan antara sains, legenda, dan panorama alam yang dramatis menjadikan Roraima sebagai salah satu keajaiban alam paling memukau di planet ini.

 

 

Komentar