Lumpuh 21 Tahun, Korban Bom Hotel Marriott Sembuh Setelah Terapi Asap Herbal
ASKARA - Metode terapi asap rempah yang dijalankan Romo Widi di Jambar Blotan, Yogyakarta, ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah testimoni bermunculan, mengklaim adanya perubahan kondisi kesehatan usai mengikuti terapi tersebut.
Salah satu kisah yang menyita perhatian adalah Murti, korban bom Hotel Marriott yang mengalami kelumpuhan tangan dan kaki kiri selama 21 tahun. Ia mengaku mulai menjalani terapi asap pada 30 Agustus 2025 selama 10 hari dan menginap di sekitar lokasi terapi. Kedatangannya awalnya untuk penanganan kanker usus, setelah sebelumnya menjalani 28 kali kemoterapi dan diminta melanjutkan hingga 56 kali.
Menurut pengakuannya dalam akun TikTok Terapi Jambar-Blotan, perubahan signifikan terjadi pada 16 Desember 2025 ketika ia mulai bisa bangun dan berjalan sendiri. Bahkan keesokan malamnya, ia mengaku sudah bisa berdansa. Suster perawatnya, Evo, yang merawat selama 16 tahun, menyebut awalnya tidak percaya dengan metode tersebut, namun akhirnya mendampingi Murti mencoba terapi atas saran suster dari biara.
Selain Murti, testimoni juga datang dari Pengurus SIWO PWI Jaya, Rio Winto. Ia mengaku sembuh dari batu empedu setelah mengikuti terapi asap rempah. “Saya sempat divonis dokter harus operasi. Tapi setelah terapi, keluhan berangsur hilang dan sampai sekarang tidak jadi operasi,” ujarnya, Minggu (22/2).
Metode terapi asap rempah yang dikembangkan Dodi di Karang Daleman, Magelang, disebut menggunakan ramuan rempah tertentu yang dihirup atau disemprotkan ke pasien. Meski berbagai kesaksian bermunculan, para tenaga medis mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak meninggalkan pengobatan medis tanpa konsultasi dokter.
Fenomena ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap terapi alternatif, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis. Namun, verifikasi ilmiah dan kajian medis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan serta efektivitas metode tersebut.

Komentar