Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:43
COMMUNITY

Sadran Gedhe Gumelem, Merawat Tradisi di Dua Jejak Leluhur

Sadran Gedhe Gumelem, Merawat Tradisi di Dua Jejak Leluhur
Festival budaya di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Banjarnegara (Dok PMBN)

ASKARA - Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, masyarakat Gumelem kembali menegaskan satu hal: tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan cara menjaga akar dan merawat ingatan bersama. Hal itu tampak dalam gelaran Sadran Gedhe Gumelem yang berlangsung pada Senin Wage, 16 Februari 2026.

Informasi kegiatan tersebut disampaikan oleh R.Ngt Arini (Dewi) dari PMBN Banyumas Raya, Selasa (17/2/2026). Ia menyebut rangkaian acara tahun ini istimewa karena PMBN Banyumas Raya menghadiri prosesi budaya di dua lokasi berbeda, yang sama-sama berkaitan dengan jejak sejarah leluhur.

Lokasi pertama adalah Kirab Adipati Wirasaba yang digelar di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kirab dimulai dari Tugu Wirasaba dan bergerak menuju Makam Adipati Wirasaba di Dusun Kecepit, Desa Wirasaba, Kabupaten Purbalingga. Prosesi ini menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tertulis di buku, tetapi juga hidup di langkah-langkah warga yang setia menjaga warisan.

Sementara itu, rangkaian budaya lainnya berlangsung di Banjarnegara, yakni prosesi yang terkait dengan Ki Ageng Giring. Dalam kegiatan ini, R.Ngt Arini (Dewi) mengaku hadir sebagai tamu, namun mendapat kehormatan membawa Langse Ki Ageng Giring, salah satu simbol penting dalam prosesi budaya tersebut.

“Sebagai tamu, saya merasa terharu karena diberi kesempatan membawa Langse Ki Ageng Giring,” ungkapnya.

Sejumlah tokoh hadir menyaksikan dan mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Tursiman selaku Sekda Banjarnegara, Kuat Kabid Budaya, Kotijah, Dedy Suromli, Camat Gumelem, serta para kepala desa dari Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon.

Rangkaian acara di Banjarnegara dimulai dari halaman Masjid Hasan Beshari, kemudian dilanjutkan dengan festival budaya di Pendopo Hasan Beshari, Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. Festival tersebut menghadirkan ruang temu warga, budaya, dan sejarah, sekaligus menjadi upaya bersama untuk memastikan tradisi tetap tumbuh, bukan hanya dikenang.

Sadran Gedhe Gumelem, Kirab Adipati Wirasaba di Purbalingga, serta prosesi Ki Ageng Giring di Banjarnegara menjadi penanda bahwa budaya adalah napas masyarakat. Dari Gumelem, pesan itu kembali digaungkan: menghormati leluhur berarti menjaga jati diri.

 

Komentar