Kamis, 04 Juni 2026 | 07:43
NEWS

Gerakan Kodam Jaya Bikin Heboh: Ribuan Kilo E-Waste Terkelola

Gerakan Kodam Jaya Bikin Heboh: Ribuan Kilo E-Waste Terkelola
Sebanyak 5.598,2 kilogram e-waste berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3 (Dok Pendam Jaya)

ASKARA - Kodam Jaya/Jayakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan aksi nyata menghadapi ancaman pencemaran limbah elektronik di wilayah perkotaan. Melalui program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, sebanyak 5.598,2 kilogram e-waste berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3.

Program ini merupakan inisiatif Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si, yang menegaskan bahwa pengamanan wilayah tidak hanya menyangkut aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup.

Pengumpulan e-waste dilakukan secara terstruktur oleh jajaran satuan kewilayahan (Satkowil) dan satuan non-kewilayahan Kodam Jaya. Dukungan aktif juga datang dari Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya, yang ikut menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik melalui jalur resmi.

Dari seluruh satuan yang terlibat, dua capaian tertinggi diraih oleh Kodim 0510/Tigaraksa, 1.225 kilogram; Yonkav 9/Satya Dharma Kala, 207,5 kilogram.

Seluruh e-waste yang terkumpul kemudian diserahkan secara resmi kepada DLH DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah berbahaya dan beracun.

Pangdam Jaya menegaskan bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas langkah yang dinilai menjadi contoh penting bagi unit kerja lain.

“DLH bekerja bersama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa. Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Alhamdulillah, terkumpul lebih dari 5.200 kilogram. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut,” ujarnya.

DLH menjelaskan, limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan manusia. Namun jika dikelola melalui jalur resmi, komponen e-waste dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku bernilai seperti aluminium, tembaga, hingga emas dari papan sirkuit (PCB).

Kegiatan ini juga ditandai dengan penukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan Kepala DLH DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi menjaga lingkungan.

Gerakan ini menegaskan bahwa perubahan tidak lahir dari wacana, melainkan dari langkah nyata yang dilakukan bersama.

 

Komentar