Kamis, 04 Juni 2026 | 08:34
COMMUNITY

Jelang Jakarta 500 Tahun, PWI Jaya Minta Jurnalis Bongkar Fakta

Jelang Jakarta 500 Tahun, PWI Jaya Minta Jurnalis Bongkar Fakta
Tujuh kategori lomba MHT Award 2026 (Dok Askara)

ASKARA - Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) resmi memulai langkah awal penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Award) ke-52 Tahun 2026. Tahun ini, penghargaan jurnalistik bergengsi tersebut sengaja “dipasang” sebagai bagian dari pemanasan menuju 500 Tahun Jakarta pada 2027.

MHT Award selama ini dikenal sebagai panggung rutin apresiasi karya jurnalistik yang menyorot denyut pembangunan Jakarta. Namun, edisi 2026 dinilai memiliki bobot lebih besar: bukan hanya kompetisi, melainkan upaya membangun memori kolektif menjelang lima abad perjalanan ibu kota.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menegaskan, MHT Award merupakan tradisi panjang yang lahir dari kolaborasi antara PWI Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Sejak awal, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin merupakan kolaborasi antara PWI Jaya dan Pemprov DKI. Puncak acara konsisten dihadiri Gubernur DKI Jakarta yang menyerahkan piala kepada para pemenang,” ujar Kesit usai rapat perdana MHT Award 2026, Jumat (13/2).

Rapat perdana itu dihadiri jajaran panitia inti. Kesit bertindak sebagai penanggung jawab, sementara Arman Suparman ditunjuk sebagai ketua panitia. Posisi sekretaris dipegang Haresty, dan Dr. Bagus Sudarmanto dipercaya sebagai Ketua Dewan Juri.

Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, MHT Award 2026 diarahkan menjadi ruang refleksi: bagaimana pers tidak sekadar melaporkan peristiwa, tetapi juga menagih akuntabilitas kebijakan, mengawal demokrasi perkotaan, dan menulis Jakarta sebagai kota yang hidup—bukan sekadar slogan pembangunan.

Panitia tetap mempertahankan tujuh kategori utama, yakni: Tajuk Rencana, Produk Jurnalistik Teks, Foto, Infografis, Video TV Terestrial, Video TV Streaming, serta Radio. Seluruh kategori utama tetap berfokus pada isu strategis Jakarta, termasuk dinamika pembangunan dan kebijakan publik.

Yang membedakan, tahun ini panitia menambahkan kategori khusus feature untuk menyongsong 500 Tahun Jakarta. Kategori khusus itu mencakup feature teks, feature video TV terestrial, feature video streaming, dan feature radio.

Untuk karya feature audio-visual dan radio, panitia menetapkan durasi 6–15 menit. Karya dalam kategori khusus ini diarahkan mengangkat tema sejarah Jakarta, transformasi sosial budaya, identitas warga, demokrasi kota, tantangan lingkungan, hingga wajah masa depan Jakarta sebagai kota global.

Panitia menetapkan periode pengiriman karya kategori utama mulai 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. Sementara kategori khusus 500 Tahun Jakarta dibuka mulai 1 Maret 2026 hingga 30 Juni 2026.

Melalui MHT Award ke-52 ini, PWI Jaya menargetkan lahirnya karya-karya jurnalistik yang bukan hanya rapi secara teknis, tetapi juga punya kedalaman: merekam sejarah, menyuarakan warga, dan memaksa Jakarta bercermin menjelang usia lima abad.

 

 

Komentar