Rabu, 17 Juni 2026 | 22:09
COMMUNITY

MoMA Depok 1 Gelar Webinar Child Grooming, Orang Tua Diminta Lebih Peka

MoMA Depok 1 Gelar Webinar Child Grooming, Orang Tua Diminta Lebih Peka
MoMA Depok 1 gelar Webinar Child Grooming (Dok Yud)

ASKARA - Maraknya kasus child grooming yang kian mengkhawatirkan membuat orang tua dituntut lebih waspada. Modusnya kerap tersamar dalam bentuk perhatian, hadiah, hingga pendekatan emosional yang tampak “baik-baik saja” di awal.

Merespons kondisi itu, Komunitas Perempuan Mom Academy (MoMA) Regional Depok 1 menggelar webinar bertema “Ketika Perhatian Jadi Ancaman: Memahami Child Grooming” pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menjadi ruang edukasi bagi para ibu untuk memahami pola grooming, tanda-tanda awal, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

Webinar digagas Ketua MoMA Depok 1 Fitri Anas dan dipandu moderator Ranie Putri.

Dalam sambutannya, Fitri menekankan pentingnya literasi orang tua terhadap isu ini, mengingat pelaku grooming sering memanfaatkan celah minimnya pengetahuan keluarga.

“Dengan adanya webinar ini, diharapkan semakin banyak Moms yang paham tentang child grooming maka akan dapat mencegah dampak buruknya bagi anak,” ujar Fitri.

Sebagai narasumber hadir psikolog anak dan remaja Fabiola Priscilla, S.Psi., M.Psi., CPHt. yang berpraktik di beberapa klinik, seperti LPTUI dan Anamada Depok, serta menjadi psikolog di sejumlah sekolah di Kota Depok.

Dalam pemaparannya, Fabiola menjelaskan bahwa child grooming bukan hanya soal kekerasan seksual, melainkan proses membangun kepercayaan yang dilakukan pelaku secara perlahan hingga anak menjadi mudah dikendalikan.

Ia juga mengurai siapa saja yang berpotensi menjadi pelaku, kriteria anak yang sering menjadi target, hingga perubahan perilaku yang perlu menjadi alarm bagi orang tua.

“Child grooming sering datang dengan wajah ramah dan hadiah manis. Rumah harus jadi tempat paling aman di mana anak berani cerita tanpa takut dihakimi,” tegas Fabiola.

Webinar yang berlangsung sekitar 90 menit ini merupakan bagian dari program MoMA Class, program edukatif yang rutin digelar Mom Academy.

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung aktif. Banyak pertanyaan muncul, terutama saat pembahasan menyentuh kasus-kasus nyata yang kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga lewat media sosial, ruang gim, hingga platform percakapan daring.

Kekhawatiran para orang tua terhadap keamanan anak, terutama anak usia sekolah, menjadi sorotan utama. Peserta berharap kegiatan edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak keluarga memiliki bekal untuk mencegah dan menghadapi risiko grooming.

Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa perlindungan terbaik bagi anak tidak hanya berupa larangan, tetapi juga komunikasi yang terbuka, aman, dan penuh kepercayaan di dalam keluarga.

 

Komentar