Nara Kupu Jogja Gelar Jelajah Serangga Malam Selama Ramadhan
ASKARA - Nara Kupu Jogja kembali membuka ruang belajar berbasis alam bagi masyarakat lewat program edukasi bertajuk Jelajah Serangga Nocturnal. Kegiatan yang digelar sepanjang bulan Ramadhan ini mengajak peserta mengenal keanekaragaman hayati melalui observasi langsung serangga malam, dengan konsep santai, ramah keluarga, dan terbuka untuk semua usia.
Manager sekaligus Event Manager Nara Kupu Jogja, Joyobadik, mengatakan program ini diselenggarakan dalam empat kali pertemuan, yakni pada 22 Februari, 1 Maret, 8 Maret, dan 15 Maret 2026.
“Kegiatan ini kami desain menjadi pengalaman yang utuh. Ada unsur edukasi sains, kebersamaan, dan nuansa Ramadhan,” ujar Joyobadik dalam keterangan, Jumat (13/2).
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 16.30 WIB, diawali dengan sesi dongeng sains sebagai pengantar. Setelah itu peserta mengikuti buka puasa bersama, dilanjutkan shalat Isya, sebelum akhirnya memasuki agenda utama berupa jelajah kebun organik menuju titik observasi serangga nocturnal.
Pada sesi inti, peserta diperkenalkan metode light trapping, yakni teknik membentangkan kain putih yang disorot lampu untuk menarik serangga malam. Melalui cara ini, peserta dapat melihat langsung berbagai jenis serangga, mengenali bentuk tubuh, perilaku, hingga memahami peran ekologisnya dengan bahasa yang sederhana.
Pemilik agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, menilai kegiatan ini penting untuk membangun kedekatan masyarakat dengan alam.
“Serangga sering dianggap kecil dan sepele, padahal perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Harapannya peserta tidak hanya mendapat pengalaman baru, tapi juga tumbuh rasa peduli dan cinta terhadap alam,” kata Rayhan.
Rayhan juga menekankan bahwa edukasi berbasis pengalaman langsung sangat efektif untuk anak-anak dan keluarga.
“Dengan observasi serangga malam, anak-anak belajar secara nyata. Nara Kupu Jogja ingin menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi keluarga untuk belajar dan berinteraksi dengan alam,” tambahnya.
Program ini sekaligus membawa pesan kampanye lingkungan bertajuk Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya, dengan menekankan peran serangga dalam ekosistem, mulai dari penyerbukan hingga rantai makanan yang menopang kehidupan manusia.
Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi. Dalam tiga hari sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 350 orang telah mendaftarkan diri.
Joyobadik menegaskan kegiatan ini mengusung misi edukasi yang inklusif dan mudah diakses.
“Nara Kupu Jogja ingin anak-anak, remaja, sampai orang tua belajar dengan cara menyenangkan, tidak melulu lewat layar gawai, tapi lewat pengalaman nyata di lapangan,” ujarnya.
Untuk memperkuat materi, Nara Kupu Jogja menggandeng sejumlah komunitas sebagai kolaborator, di antaranya Agenda Sekolah Alam, KSE Biologi UGM, dan KSH Biologi UGM. Para pendidik dan relawan akan mendampingi peserta selama observasi serta berbagi pengetahuan praktis tentang dunia serangga.
Ke depan, Nara Kupu Jogja juga menyiapkan berbagai konsep kegiatan baru berbasis ruang terbuka hijau, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan belajar yang sehat, rekreatif, dan bermakna.

Komentar