Patrick Bongkar Kisah Ketua Hakka Aceh Saat Tsunami, Bikin Haru
ASKARA - Kabar wafatnya Kho Khie Siong (Aky), Ketua Yayasan Hakka Aceh, meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. Salah satu yang menyampaikan kesaksian emosional adalah Patrick Atkins, sahabat dekat almarhum sekaligus rekan dalam komunitas Eks Manulife .
Dalam pernyataannya, Patrick menyebut Aky sebagai sosok yang bukan hanya dikenal luas, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian yang besar, terutama saat Aceh dilanda tragedi gempa dan tsunami pada Desember 2004.
"Bagi yang belum kenal dekat dengan Aky, beliau adalah salah satu perintis Manulife Aceh," ujar Patrick, Selasa (10/2).
Patrick mengungkapkan, kedekatannya dengan Aky semakin kuat ketika ia datang ke Banda Aceh dua pekan setelah bencana. Dalam kondisi kota yang hancur, Aky tetap bergerak tanpa lelah membantu mencari rekan-rekan Manulife Aceh yang masih belum diketahui nasibnya.
"Aky terus membantu saya mencari teman-teman Manulife Aceh yang belum jelas kabarnya. Komitmen dan keseriusannya luar biasa," ucapnya.
Patrick menambahkan, pengabdian Aky dilakukan di tengah luka pribadi yang sangat dalam. Saat itu, adik perempuan Aky meninggal dunia akibat tsunami, sementara rumahnya rusak berat dan tak lagi bisa dihuni.
Namun, Aky tetap memilih mengutamakan orang lain. Setiap hari ia mencari informasi, lalu bersama Patrick mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan dari kantor pusat.
Tak hanya itu, Aky juga tetap menjalankan tugas sosialnya sebagai Ketua Yayasan Hakka Aceh dan sejumlah komunitas Buddha lainnya. Patrick menilai, tanpa keteladanan Aky, dampak bencana 2004 akan terasa jauh lebih berat, terutama bagi keluarga besar Manulife di Aceh.
Patrick juga menuturkan betapa luasnya jaringan persahabatan almarhum di Banda Aceh. Menurutnya, hampir semua lapisan masyarakat mengenal Aky, mulai dari sopir taksi, tukang parkir, pedagang, pengusaha, pegawai negeri, hingga aparat TNI-Polri.
"Di Banda Aceh, ke mana pun saya pergi, praktis semua orang kenal Aky. Luar biasa," katanya.
Kenangan lain yang dibagikan Patrick adalah soal klub barongsai binaan Aky. Saat terakhir berkunjung ke Aceh pada 2017, ia melihat klub tersebut berlatih dan bahkan berprestasi di tingkat nasional hingga luar negeri.
Yang membuat klub itu dicintai penonton, menurut Patrick, adalah karena ada beberapa anggota perempuan berhijab yang ikut tampil, menjadi simbol persaudaraan lintas budaya di Aceh.
Di akhir pernyataannya, Patrick menyebut Aky sebagai pribadi baik, setia kawan, rendah hati, dan selalu siap membantu siapa pun tanpa memandang latar belakang.
"Semoga Aky mendapatkan kedamaian abadi di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Rest in peace my friend," tutup Patrick.

Komentar