Ultra Low Contrast PCI, Solusi Aman bagi Pasien Jantung Berisiko Ginjal
ASKARA - Bagi pasien penyakit jantung, prosedur membuka pembuluh darah tersumbat melalui percutaneous coronary intervention (PCI) sering menjadi penyelamat nyawa. Namun, bagi pasien dengan gangguan ginjal, penggunaan zat kontras saat PCI berisiko memperburuk kondisi ginjal.
Zat kontras membantu dokter memantau pembuluh darah melalui pencitraan sinar-X, tetapi dapat membebani ginjal, terutama pada pasien dengan laju penyaringan ginjal rendah (eGFR <30) atau riwayat penyakit ginjal kronis.
Menjawab tantangan ini, Siloam Hospitals TB Simatupang menghadirkan layanan kardiologi intervensi berbasis teknologi modern dengan standar kelas dunia. Salah satu inovasinya adalah Ultra Low Contrast PCI (ULC PCI), yang diterapkan oleh dr. Arwin Saleh Mangkuanom, Sp.JP (K), FIHA, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi.
“Secara global, satu dari tiga pasien jantung juga mengalami gangguan ginjal. Jika kontras diberikan berlebihan, risikonya sangat tinggi,” ujar dr. Arwin, Rabu (4/2/2026). “Dengan ULC PCI, penggunaan kontras ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi efektivitas prosedur.”
Salah satu kunci ULC PCI adalah penggunaan intravascular ultrasound (IVUS), teknologi berbasis gelombang suara yang memungkinkan dokter melihat kondisi pembuluh darah secara real-time dari dalam. Dengan IVUS, balon kateter dan kawat dapat diarahkan dengan presisi tinggi tanpa bergantung pada kontras berlebih.
Teknik ini sangat direkomendasikan bagi pasien berisiko tinggi, seperti penderita penurunan fungsi ginjal, gagal ginjal akibat kondisi kritis, pasien dengan pembuluh koroner robek, atau mereka dengan syok kardiogenik.
“Tujuan utama kami adalah melindungi fungsi ginjal tanpa mengurangi efektivitas pengobatan jantung. Semua pasien menjalani skrining risiko dan pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan,” tambah dr. Arwin.
Sejak pertama kali diterapkan pada 2020, ULC PCI menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 99%, dengan keamanan lebih baik dibanding PCI konvensional. Siloam Hospitals TB Simatupang menjadi salah satu pelopor teknik ini di Indonesia, bahkan lebih maju dibanding Malaysia dan Thailand.
Sebagai bagian dari jaringan Siloam International Hospitals, rumah sakit ini menyediakan layanan kardiovaskular one-stop solution, mulai dari pencegahan, pemeriksaan, penanganan darurat, hingga tindakan lanjutan, ditangani oleh dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman.
Siloam juga memiliki layanan Chest Pain Ready Hospital siap 24/7 dengan cath lab dan tim perawat bersertifikasi, memastikan pasien jantung mendapat penanganan #CepatTepat.
Informasi lebih lanjut dan jadwal konsultasi dapat diakses melalui aplikasi MySiloam, situs resmi siloamhospitals.com/adauntukjantunganda, atau Emergency & Contact Center 1-500-911.

Komentar