Selasa, 21 Juli 2026 | 16:03
NEWS

TRAIN-O dan MODULA Jawab Krisis SDM serta Lambannya Konstruksi Nasional

TRAIN-O dan MODULA Jawab Krisis SDM serta Lambannya Konstruksi Nasional
Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dok Pao)

ASKARA - Di tengah dorongan percepatan pembangunan infrastruktur dan pemenuhan backlog perumahan, sektor konstruksi Indonesia menghadapi dua persoalan mendasar: kekurangan tenaga kerja terampil dan metode pembangunan yang masih lambat. Dua inovasi digital, TRAIN-O dan MODULA, hadir menawarkan solusi terintegrasi atas tantangan tersebut dan mendapat perhatian dalam ajang BTN Housingpreneur 2026.

TRAIN-O hadir sebagai platform pelatihan digital yang menjawab krisis sumber daya manusia konstruksi. Data menunjukkan Indonesia kekurangan sekitar 8,3 hingga 9 juta tenaga aplikator terampil, kondisi yang berpotensi menghambat proyek strategis nasional jika tidak segera diatasi.

Melalui sistem pelatihan terpadu, TRAIN-O mengintegrasikan verifikasi awal, pembelajaran berbasis mobile learning, simulasi Virtual Reality (VR), hingga sertifikasi dan penempatan kerja. Seluruh proses dirancang selaras dengan Building Code nasional dan standar kompetensi yang berlaku.

“Peningkatan kompetensi harus berkelanjutan, terjangkau, dan sesuai kebutuhan riil lapangan,” ujar Founder TRAIN-O, Elisa Haryonugroho, Senin (2/2). Hingga 2024, platform ini telah melatih lebih dari 4.300 tenaga kerja konstruksi di berbagai daerah.

Kredibilitas TRAIN-O diperkuat melalui kemitraan dengan BLK, SMK, BNSP, serta mitra internasional dari Australia dan Jepang. Kolaborasi ini memastikan lulusan memiliki daya saing dan pengakuan pada level nasional maupun global.

Sementara itu, MODULA karya PRANA hadir menjawab persoalan di sisi metode pembangunan. Sistem rumah modular precast ini memungkinkan pembangunan rumah siap huni hanya dalam waktu tujuh hari, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

Keunggulan MODULA terletak pada fabrikasi off-site dengan kontrol kualitas ketat. Komponen bangunan diproduksi di pabrik dan dirakit di lokasi, sehingga mampu menekan kesalahan konstruksi, mengurangi limbah material hingga 70 persen, dan menjaga konsistensi mutu bangunan.

MODULA juga mengusung konsep rumah tumbuh yang memungkinkan penambahan ruang tanpa membongkar struktur utama. Pendekatan ini dinilai adaptif bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan kebutuhan hunian jangka panjang.

Lebih strategis, MODULA dirancang kompatibel dengan berbagai domain industri prefab yang telah ada di Indonesia, menjadikannya bukan sekadar produk, tetapi sistem terbuka yang dapat diadopsi oleh ekosistem industri nasional.

Kehadiran TRAIN-O dan MODULA dalam BTN Housingpreneur 2026 mencerminkan arah baru konstruksi Indonesia. Integrasi digitalisasi SDM dan industrialisasi bangunan menjadi fondasi menuju era Konstruksi 4.0 yang efisien, berkelanjutan, dan siap menjawab tantangan pembangunan nasional.

 

Komentar