Rabu, 22 Juli 2026 | 00:13
NEWS

TNI Turun Tangan, Koperasi Merah Putih Masuk Kawasan Hutan

TNI Turun Tangan, Koperasi Merah Putih Masuk Kawasan Hutan
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara melakukan audensi ke Komando Distrik Militer (Kodim) 0618/Kota Bandung (Dok Benz)

ASKARA - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara memperkuat sinergi lintas institusi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0618/Kota Bandung dalam rangka mendukung proses pengajuan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Kodim 0618/Kota Bandung.

Kegiatan ini dihadiri Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Dedy S.J. Mulyanto beserta jajaran, serta Komandan Distrik Militer (Dandim) 0618/Kota Bandung Letnan Kolonel Infanteri Robbil Syaefullah bersama staf.

Dalam pertemuan tersebut, Dedy S.J. Mulyanto memaparkan permohonan lokasi pendirian Koperasi Kelurahan Merah Putih di wilayah kerja Perhutani KPH Bandung Utara. Pemaparan mencakup mekanisme pengajuan, tujuan pembentukan koperasi, serta harapan agar KKMP dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat kelurahan dan desa di sekitar kawasan hutan.

Dedy juga menjelaskan ketentuan teknis dan prosedur yang harus dipenuhi dalam proses permohonan lokasi KKMP sesuai regulasi Perum Perhutani. Menurutnya, kehadiran koperasi diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dandim 0618/Kota Bandung Letkol Infanteri Robbil Syaefullah menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program kolaboratif yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan, sinergi antara TNI, Perhutani, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya peningkatan kesejahteraan serta penguatan kemitraan pengelolaan wilayah.

Melalui koordinasi ini, Perhutani KPH Bandung Utara dan Kodim 0618/Kota Bandung berharap terbangun kesepahaman yang solid dalam mendorong keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

 

 

Komentar