Selasa, 21 Juli 2026 | 22:56
COMMUNITY

Saat Kardinal Suharyo Siap Mundur, Apa Kata Vatikan?

Saat Kardinal Suharyo Siap Mundur, Apa Kata Vatikan?

ASKARA - Setelah merayakan Hari Ulang Tahun ke-75, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo mengajukan pengunduran diri sebagai Uskup Agung Jakarta kepada Takhta Suci Vatikan. Pengajuan tersebut dilakukan sesuai ketentuan Gereja Katolik yang mengatur batas usia pelayanan uskup.

Namun, Vatikan memutuskan memperpanjang masa pelayanan Kardinal Suharyo selama dua tahun ke depan. Keputusan ini disambut dengan rasa syukur dan kelegaan oleh umat Katolik, khususnya di Keuskupan Agung Jakarta, yang masih menaruh harapan besar pada kepemimpinan gembala mereka.

Kardinal Suharyo lahir pada 9 Juli 1950 dan dikenal sebagai sosok pemimpin Gereja yang tenang, rendah hati, serta konsisten menyuarakan nilai kemanusiaan, dialog, dan persaudaraan lintas iman. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menegaskan bahwa Gereja harus hadir bagi semua, terutama mereka yang kecil dan tersingkir.

Perpanjangan masa jabatan ini dipandang umat sebagai tanda kepercayaan Vatikan terhadap kepemimpinan Kardinal Suharyo, sekaligus pengakuan atas dedikasi dan kebijaksanaannya dalam menggembalakan umat di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Banyak umat berharap Kardinal Suharyo tetap mendampingi Gereja Jakarta hingga waktu yang tepat, sembari terus menjadi suara peneduh di tengah kehidupan berbangsa dan beragama. Doa-doa pun mengalir agar ia senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, dan umur panjang dalam melanjutkan pelayanan.

Bagi umat, perpanjangan dua tahun ini bukan sekadar soal waktu, melainkan kesempatan untuk terus belajar dari keteladanan seorang gembala yang memimpin dengan hati, mendengarkan dengan empati, dan melayani tanpa lelah.

Dalam suasana penuh syukur, umat mendoakan agar Kardinal Suharyo tetap diberkati dalam setiap langkahnya, dan Gereja Katolik di Jakarta terus bertumbuh dalam semangat kasih, persatuan, dan pengharapan.

Komentar