Rabu, 22 Juli 2026 | 04:19
NEWS

TNI Berjuang di Garis Maut, DPRK Aceh Tengah Justru Bungkam

TNI Berjuang di Garis Maut, DPRK Aceh Tengah Justru Bungkam
Ilustrasi TNI membantu masyarakat Aceh Tengah (Dok Gemini)

ASKARA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah dituding melupakan peran vital Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan bencana besar yang melanda Aceh pada 2025 lalu. Tuduhan ini mencuat setelah DPRK Aceh Tengah hanya memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Tengah tanpa menyebut kontribusi TNI.

Tokoh Muda Gayo, Zamzam Mubarak, menegaskan bahwa peran TNI sangat signifikan sejak awal bencana. Menurutnya, TNI mengerahkan sekitar 13 batalyon yang bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para relawan.

“Peran TNI sangat nyata, mulai dari evakuasi korban, distribusi logistik, hingga perbaikan infrastruktur vital,” ujar Zamzam kepada wartawan, Minggu (26/1/2026).

Ia menyebut, dalam kondisi wilayah terisolasi, pasukan TNI menjadi garda terdepan dengan menerobos medan sulit dan membangun jembatan darurat demi membuka akses bantuan. “Tanpa TNI, Aceh Tengah bisa mengalami kelaparan dan penderitaan berkepanjangan,” tegasnya.

Zamzam juga mengingatkan DPRK Aceh Tengah agar tidak terjebak konflik kepentingan dan lebih fokus pada pemulihan pascabencana. Ia menilai para relawan di lapangan mengetahui secara langsung beratnya perjuangan prajurit TNI.

“Kami para relawan menyaksikan sendiri bagaimana TNI bekerja tanpa lelah. Sudah sepatutnya DPRK menunjukkan sikap dan keberpihakan yang adil,” katanya.

Lebih lanjut, Zamzam menegaskan bahwa TNI merupakan lembaga negara yang seharusnya mendapat apresiasi pertama dalam setiap penanganan bencana. Bahkan, ia menyebut layak jika seluruh pasukan TNI yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di Aceh diberikan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPRK Aceh Tengah terkait kritik dan tuntutan apresiasi terhadap peran TNI tersebut.

 

Komentar