Dua Bulan Pascabanjir Garoga, Relawan TRAMP Terus Bangun Hunian Sementara
ASKARA - Dua bulan telah berlalu sejak banjir bandang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 25 November 2025. Namun hingga kini, kehidupan warga terdampak belum sepenuhnya pulih. Relawan Yayasan Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) masih terus mendampingi masyarakat yang kehilangan rumah dan akses dasar akibat bencana tersebut.
Relawan TRAMP yang tergabung dalam Tim Aksi Tanggap Musibah FMMB–TRAMP telah hadir di Desa Garoga sejak sepekan setelah bencana terjadi. Sejumlah program darurat dan pemulihan awal dijalankan untuk membantu warga bertahan dan bangkit dari dampak banjir bandang.
Salah satu relawan, Ismukandar, menyampaikan bahwa selama masa pendampingan, tim telah membangun lima titik sumur air bersih serta empat titik fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Fasilitas tersebut menjadi penopang penting bagi warga yang sebelumnya kehilangan akses air bersih akibat rusaknya lingkungan dan infrastruktur desa.
Saat ini, fokus utama relawan TRAMP adalah pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang rumahnya hanyut terseret banjir. Hingga akhir Januari 2026, satu unit rumah sementara telah selesai dibangun, sementara empat unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Walaupun sudah dua bulan berlalu dan akses jalan sudah kembali terbuka, kehidupan warga Garoga masih jauh dari normal. Banyak keluarga yang belum memiliki tempat tinggal layak,” ujar Ismukandar dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Relawan TRAMP mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan dan doa agar proses pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan. Mereka menegaskan bahwa masa pemulihan pascabencana membutuhkan solidaritas jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat di awal bencana.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, donasi dapat ditransfer melalui Rekening BSI 7895555333 atas nama Yayasan Sosial Kemanusiaan TRAMP. Selain itu, layanan informasi dan koordinasi bantuan dibuka melalui kontak Nawir di nomor 0816-110-2432 (WhatsApp) dan Syaiful di nomor 0812-9544-769.
Relawan berharap dukungan publik dapat membantu mempercepat pemulihan Desa Garoga, sehingga masyarakat tidak merasa ditinggalkan dan dapat kembali menjalani kehidupan secara bermartabat.

Komentar