Rabu, 17 Juni 2026 | 19:51
COMMUNITY

Jadi Pelayan Gereja, Wujud Panggilan Iman dan Dedikasi Pelayanan

Jadi Pelayan Gereja, Wujud Panggilan Iman dan Dedikasi Pelayanan
Anggota Prodiakon dan Misdinar di Paroki Pondok Cabe, Gereja Santo Barnabas (Dok Benny Setiawan)

ASKARA - Menjadi pelayan Gereja merupakan panggilan iman yang lahir dari kesadaran untuk melayani Tuhan dan sesama. Pelayanan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan rohani umat melalui keterlibatan aktif dalam setiap perayaan liturgi.

Putra dan Putri Altar memegang peran strategis dalam membantu imam selama perayaan Ekaristi. Selain mendukung kelancaran liturgi, keterlibatan mereka juga menjadi sarana pembinaan iman bagi generasi muda agar tumbuh dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Gereja.

Lektor dan Lektris menjalankan tugas mewartakan Sabda Tuhan kepada umat. Pelayanan ini menuntut kesiapan rohani, penguasaan bacaan Kitab Suci, serta keteladanan hidup yang selaras dengan nilai-nilai Injil yang diwartakan kepada jemaat.

Pemazmur memiliki peran penting dalam menyampaikan Mazmur Tanggapan sebagai doa umat yang dinyanyikan. Melalui lantunan mazmur yang khidmat dan penuh penghayatan, suasana doa dalam perayaan liturgi semakin hidup dan membantu umat meresapi pesan rohani yang disampaikan.

Sementara itu, Prodiakon membantu imam dalam pelayanan Komuni Kudus dan tugas pastoral lainnya. Pelayanan ini kerap menjangkau umat yang sakit, lanjut usia, atau tidak dapat mengikuti misa di gereja, sehingga kehadiran Gereja tetap dirasakan oleh seluruh umat tanpa terkecuali.

Di Paroki Pondok Cabe, Gereja Santo Barnabas, kehadiran para pelayan Gereja menjadi pilar penting dalam membangun kebersamaan dan semangat pelayanan. Melalui dedikasi Putra-Putri Altar, Lektor-Lektris, Pemazmur, dan Prodiakon, Gereja terus bertumbuh sebagai komunitas iman yang hidup, melayani, dan memberi kesaksian di tengah masyarakat.

 

 

Komentar