Ketua Pasak Opat Linge Soroti Kelemahan Pos Komando Bencana Banda Aceh
ASKARA - Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, menilai Pos Komando Bencana yang berlokasi di Banda Aceh tidak efektif dalam menangani bencana di lapangan, khususnya di Aceh Tengah yang telah terdampak banjir dan longsor selama hampir dua bulan.
"Pos Komando di Banda Aceh tidak efektif. Lokasinya jauh dari wilayah terdampak, sehingga memperpanjang rantai kendali dan memperlambat penanganan," tegas Zam Zam dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, jarak yang terlalu jauh membuat koordinasi antar-tim, distribusi logistik, dan pengambilan keputusan di lapangan menjadi lambat. Kondisi ini dinilai menghambat respons cepat tanggap darurat, dan berisiko memperparah kondisi warga terdampak. Bahkan, ia menambahkan, selama masa tanggap darurat yang hampir dua bulan, penanganan di lapangan kerap tertunda akibat kendala tersebut.
Zam Zam menyarankan pemerintah pusat segera merelokasi pusat komando bencana lebih dekat dengan wilayah terdampak, agar setiap keputusan strategis dapat diambil dengan cepat, tepat, dan langsung berkoordinasi dengan tim di lapangan.
"Kenapa pusat komando harus berada di Banda Aceh yang jauh? Ini jelas memperlambat bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Relokasi adalah langkah kritis untuk menyelamatkan korban dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak," ujarnya.
Selain itu, Zam Zam menekankan, efektivitas penanganan bencana memerlukan desentralisasi pengambilan keputusan, agar keputusan strategis tidak menumpuk di pusat, melainkan bisa langsung diimplementasikan oleh tim di lapangan.
"Kami berharap pemerintah mendengar masukan ini. Jangan sampai keterlambatan dan birokrasi memperpanjang penderitaan warga. Penanganan bencana harus cepat, tepat, dan responsif," pungkas Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge.

Komentar