Saat Negara Memberi Tenda, Relawan TRAMP Bangun Rumah
ASKARA - Ketika banyak tenda terpal masih berdiri rapuh, relawan Yayasan Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) memilih bekerja lebih jauh dari sekadar bertahan hidup. Mereka membangun harapan.
Di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, para relawan TRAMP kini melanjutkan pembangunan rumah hunian sementara tahap kedua bagi warga terdampak bencana. Di tengah keterbatasan, satu unit rumah semi permanen telah berdiri kokoh, berwarna oranye terang, seolah menjadi penanda bahwa kehidupan belum menyerah.
Rumah tersebut dibangun oleh Muhammad Ismukandar Mandji, Arya Sheva Fadillah, dan Simo Bimantoro Jyalito, relawan TRAMP yang tanpa lelah mengorbankan tenaga dan waktu demi memastikan warga Garoga memiliki tempat pulang yang lebih manusiawi.
Hunian ini bukan sekadar tempat berteduh. Dengan ukuran 6 x 6 meter, rumah tersebut dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta teras selebar dua meter. Material kayu terbaik dipilih agar rumah kuat, hangat, dan layak dihuni. Setiap unit dibangun dengan biaya sekitar Rp40 juta, seluruhnya hasil gotong royong dan kepedulian.
Kontras terasa tajam jika dibandingkan dengan hunian sementara dari pemerintah. Tenda terpal putih dengan jendela transparan dan alas papan menjadi tempat warga bertahan hari demi hari, menghadapi hujan, dingin, dan ketidakpastian. Di tengah kondisi itu, rumah buatan relawan TRAMP hadir sebagai ruang aman, bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk jiwa.
"Hunian sementara seharusnya tidak memenjarakan warga dalam penderitaan yang berlarut," ujar salah satu relawan, Senin (19/1). "Mereka berhak merasa manusia kembali."
TRAMP meyakini, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan darurat. Yang dibutuhkan adalah ruang hidup yang layak, agar warga bisa bangkit, menata kembali masa depan, dan memulihkan luka yang tak selalu terlihat.
Sebagai wujud keterbukaan dan ajakan solidaritas, Yayasan Sosial Kemanusiaan TRAMP membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut ambil bagian. Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 7895555333 atas nama Yayasan Sosial Kemanusiaan TRAMP.
Di Garoga, rumah oranye itu berdiri bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai simbol bahwa di tengah puing dan keterbatasan, kemanusiaan masih bekerja.

Komentar