Tragedi Kalibata: Pedagang Rugi Ratusan Juta, Ganti Rugi Cuma Belasan Juta
ASKARA - Polemik penyaluran bantuan pascatragedi Kalibata kembali mencuat. Banyak aduan pedagang kecil di kawasan kuliner seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata ke pihak Polda yang mengungkapkan adanya rasa ketidakadilan dalam pembagian dana bantuan kepolisian sebesar 440juta kepada Kordinator pedagang yang disalurkan kepada pedagang kecil terdampak.
Berdasarkan keterangan pedagang, dari total 37 kios yang terdata, hanya sekitar 21 kios yang benar-benar terdampak langsung akibat peristiwa amuk massa pada 11 Desember 2025. Namun, bantuan justru dibagikan secara merata melalui Kordinator pedagang, termasuk kepada kios-kios yang tidak mengalami kerusakan.
Akibat skema pembagian tersebut, pedagang yang terdampak langsung hanya menerima bantuan dalam kisaran belasan juta rupiah, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk menutup kerugian besar yang mereka alami .
Salah satu pedagang terdampak, Henny Maria, pemilik usaha Steak Twogether, mengaku mengalami kerugian mencapai Rp100 juta. Ia baru relokasi dan merenovasi di bulan Juli 2025 dan mengganti konsep dari piring ke Hotplate serta banyak membeli peralatan dagang baru untuk menjalankan usaha yg dibangun sejak 3 tahun yang bangunannya hangus terbakar. Dan menurut Henny tempat yang dibakar sekarang adalah tempat terbaik yang dimiliki selama 3 tahun membuka usaha di Kalibata.
Henny dan beberapa pedagang lainnya menilai pembagian bantuan yang disamakan antara kios terdampak dan tidak terdampak sebagai tindakan yang kurang tepat Menurutnya, bantuan seharusnya diprioritaskan bagi pedagang yang benar-benar kehilangan tempat usaha dan seluruh aset dagangnya.
Sejumlah pedagang bahkan mengaku terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki modal untuk kembali berjualan dan trauma. Bantuan yang diterima tidak cukup untuk menyewa tempat baru, membeli peralatan, maupun mengisi kembali stok bahan dagang. Banyak pula yang nekad berhutang agar bisa cepat buka kembali yang seharusnya hal ini tidak mereka alami.
Di sisi lain, para pedagang mengaku belum melihat langkah tegas dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi persoalan ini. Mereka menilai pemerintah terkesan diam dan membiarkan konflik internal pedagang terus berlarut dan tidak peduli dengan Pedagang kecil.
Pedagang Kalibata berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan memberikan perhatian dan pemulihan serta evaluasi pembagian bantuan, serta menghadirkan solusi konkret agar para pelaku UMKM yang benar-benar terdampak dapat kembali bangkit dan mencari nafkah secara layak untuk makan sehari-hari.
Tragedi Kalibata kini tak hanya meninggalkan luka fisik, trauma dan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan keadilan sosial yang hingga kini belum terselesaikan.

Komentar