Selasa, 21 Juli 2026 | 11:10
NEWS

Energi Gunung Padang Menguat Usai Batu Menhir Berdiri

Energi Gunung Padang Menguat Usai Batu Menhir Berdiri
Batu-batu di sisi belakang teras lima Gunung Padang (Dok Askara)

ASKARA - Pendirian kembali sejumlah batu menhir di Situs Megalitikum Gunung Padang, khususnya di area Teras 5, dinilai tidak hanya berkaitan dengan upaya pelestarian fisik, tetapi juga memperkuat pemaknaan situs sebagai warisan peradaban leluhur. Pandangan tersebut disampaikan oleh pengamat budaya dan spiritual, Kanjeng Yoga Hartantoro.

Menurut Yoga, Gunung Padang tidak dapat dipahami semata sebagai susunan batu prasejarah, melainkan sebagai bagian dari sistem pengetahuan dan simbol kosmologi masyarakat Nusantara masa lampau. Dalam konteks tersebut, posisi dan susunan batu menhir memiliki makna tertentu yang berkaitan dengan tata ruang dan pandangan hidup leluhur.

“Dalam tradisi Nusantara, batu-batu megalitik diposisikan secara sadar, tidak acak. Ia menjadi penanda relasi manusia dengan alam dan semesta,” ujar Yoga, Sabtu (10/1).

Ia menilai bahwa pengembalian menhir ke posisi yang mendekati susunan asal dapat membantu menghadirkan kembali keterbacaan struktur situs, baik dari sisi budaya maupun simbolik. Hal ini, menurutnya, penting agar Gunung Padang tidak sekadar dipahami sebagai objek wisata atau artefak arkeologi, tetapi juga sebagai ruang peradaban yang memiliki konteks nilai.

Yoga juga menyinggung adanya pola dan goresan pada salah satu menhir yang menyerupai bentuk rasi bintang. Temuan tersebut, menurutnya, dapat dibaca sebagai indikasi bahwa masyarakat pembangun Gunung Padang memiliki pemahaman tentang keterkaitan antara ruang darat dan fenomena langit.

“Ini menunjukkan adanya sistem pengetahuan yang lebih kompleks, di mana tata letak batu berkaitan dengan pandangan kosmologis,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan budaya dan simbolik ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kajian ilmiah, melainkan melengkapinya. Penelitian arkeologis, geologis, dan antropologis tetap menjadi landasan utama dalam memahami Gunung Padang secara objektif.

Dengan penataan kembali batu-batu menhir di Teras 5, Gunung Padang dinilai mengalami penguatan fungsi sebagai situs warisan budaya yang tidak hanya menyimpan struktur fisik, tetapi juga nilai-nilai pengetahuan dan peradaban masa lalu yang masih relevan untuk dikaji.

 

 

 

Komentar