Kamis, 04 Juni 2026 | 07:02
NEWS

Relawan Tionghoa Bireuen Tuntaskan Pembersihan 17 Sumur Fasilitas Publik

Relawan Tionghoa Bireuen Tuntaskan Pembersihan 17 Sumur Fasilitas Publik
Tim relawan Tionghoa Kota Bireuen menuntaskan misi kemanusiaan berupa pembersihan dan pengurasan lumpur pada 17 sumur fasilitas publik (Dok Askara)

ASKARA - Tim relawan Tionghoa Kota Bireuen menuntaskan misi kemanusiaan berupa pembersihan dan pengurasan lumpur pada 17 sumur fasilitas publik di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Jumat (3/1/2026). Kegiatan ini menyasar sumur-sumur yang berada di masjid, meunasah, polindes, sekolah, serta fasilitas umum lainnya di sejumlah desa terdampak.

Aksi sosial tersebut dimotori oleh Edi Yung bersama para relawan dan mendapat dukungan penuh dari Yayasan Hakka Aceh, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh, serta Persaudaraan Masyarakat Tionghoa Aceh (PerMaTA).

Adapun desa-desa yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Desa Ara Bungong, Desa Lawang, Desa Neubok, Desa Meunasah Baro, Desa Meunasah Pulo, dan Desa Garot di Kecamatan Peudada. Seluruh rangkaian kegiatan pembersihan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan relawan lapangan yang bekerja secara sukarela.

Ketua Yayasan Hakka Aceh sekaligus pengurus FOBI Aceh dan PerMaTA, Aky, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bekerja dengan tulus dan penuh semangat demi membantu masyarakat.

“Bersyukur, misi relawan telah selesai dan tuntas. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses air bersih, khususnya di fasilitas publik,” ujar Aky dalam keterangannya, Sabtu (3/1).

Ia menegaskan, kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas lintas komunitas dalam membantu masyarakat, terutama pascakeadaan darurat yang berdampak pada sarana air bersih.

Aky juga berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan para relawan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam aksi-aksi sosial kemasyarakatan di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.

 

 

Komentar