Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38
COMMUNITY

Azmi Abubakar Resmi Dilantik sebagai Ketua INTI Aceh

Azmi Abubakar Resmi Dilantik sebagai Ketua INTI Aceh
Azmi Abubakar resmi dilantik sebagai Ketua INTI Aceh oleh Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto (Dok Askara)

ASKARA - Azmi Abubakar, pendiri sekaligus owner Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, resmi dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Aceh masa bakti 2025-2027. Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Minggu (28/12/2025).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto, serta dihadiri Sekretaris Daerah Aceh dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut mencerminkan dukungan terhadap peran INTI sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif mendorong persatuan dan kontribusi sosial di Aceh.

Dalam kepengurusan baru ini, struktur Dewan Pembina dan Penasehat diisi tokoh-tokoh strategis daerah. Ketua Dewan Pembina dijabat oleh PYM Wali Nanggroe Aceh, dengan Kho Khie Siong sebagai Pembina. Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat dijabat oleh Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah Aceh sebagai Penasehat.

Untuk Dewan Pakar, INTI Aceh menunjuk Masri Amin sebagai Ketua, dengan anggota T. Heriyadi, Said Hamzah, dan Ahmad Fauzan. Kepengurusan harian dipimpin oleh Azmi Abubakar sebagai Ketua, didampingi Muhammad Amin sebagai Sekretaris dan Rudy sebagai Bendahara.

Pada bidang-bidang strategis, Imam Subhan dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi dengan anggota T. Mulya Syahputra. Bidang Sosial Budaya dipimpin Harianto dengan anggota Iskandar, sementara Bidang Pendidikan diketuai Ismi Anrab dengan anggota Indra Gunawan.

Melalui kepengurusan ini, INTI Aceh diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh secara menyeluruh, khususnya dalam memperkuat solidaritas sosial dan peran kemanusiaan di tengah berbagai tantangan dan musibah yang dihadapi masyarakat.

Pelantikan ini menandai komitmen INTI Aceh untuk bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni, toleransi, dan pembangunan sosial di Provinsi Aceh.

 

 

Komentar