Wisata Religi Makam Syekh Jumadil Qubro Mojokerto Ramai Dikunjungi Peziarah
ASKARA - Kawasan Wisata Religi Makam Syekh Jumadil Qubro di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah pada Minggu malam (28/12/2025). Kunjungan meningkat seiring momen libur akhir tahun yang dimanfaatkan masyarakat untuk wisata religi dan ziarah wali.
Pantauan langsung reporter askara.co di lokasi menunjukkan arus peziarah terus berdatangan sejak pagi hari. Para pengunjung tampak khusyuk berdoa di kompleks Makam Syekh Jumadil Qubro yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa serta kerap dikaitkan dengan jaringan Wali Songo. Ziarah tersebut juga diikuti rombongan napak tilas sejarah Islam Jawa bersama Ketua Napak Tilas Sirna Galih, Didik Djatmiko, yang turut mengajak peziarah menelusuri jejak dakwah para leluhur secara historis dan spiritual.
Selain makam utama Syekh Jumadil Qubro, kawasan wisata religi ini juga mencakup sejumlah makam tokoh ulama dan leluhur lainnya, seperti Makam Sunan Ngudung, Makam Raden Kumdowo, Makam Ki Ageng Surgi, hingga Makam Mbah Notosuryo yang dikenal sebagai Makam Tujuh. Seluruh area telah dilengkapi denah jalur ziarah untuk memudahkan pengunjung dalam melakukan napak tilas sejarah.
Menurut pengelola setempat, meningkatnya jumlah peziarah terjadi hampir setiap akhir pekan, namun lonjakan signifikan terlihat saat libur panjang dan akhir tahun. Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto juga terus melakukan pembenahan fasilitas pendukung, seperti akses jalan, tempat ibadah, area wudu, dan pendopo.
Para peziarah mengaku datang tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga mengenal sejarah Islam di Mojokerto. “Kami sekeluarga sengaja datang untuk ziarah sekaligus mengenalkan sejarah para wali kepada anak-anak,” ujar salah satu peziarah asal Surabaya.
Wisata religi Makam Syekh Jumadil Qubro kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Mojokerto yang memadukan nilai spiritual, sejarah, dan edukasi, sekaligus berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata religi di Jawa Timur.

Komentar