Rabu, 17 Juni 2026 | 17:36
COMMUNITY

The Story of Buniayu Angkat Anyaman Bambu Tangerang ke Pasar Internasional

The Story of Buniayu Angkat Anyaman Bambu Tangerang ke Pasar Internasional
The Story of Buniayu angkat anyaman bambu Tangerang ke pasar internasional (Dok LSPR)

ASKARA - Program kolaboratif bertajuk “The Story of Buniayu” siap mengangkat Desa Buniayu, Kabupaten Tangerang, sebagai sentra anyaman bambu tradisional ke ranah internasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi mata kuliah PR Program and Evaluation, Creative Production and Publicity, Communication Techniques, serta Community Development Kelas Internasional LSPR angkatan 27.

Program tersebut akan dilaksanakan pada 10 Januari 2026 di Desa Buniayu dan menjadi bagian dari rangkaian International Mentoring and Workshop Programme (IMWP) 2026. Melalui kegiatan ini, potensi anyaman bambu Desa Buniayu akan diperkuat melalui pelatihan digital dan pengembangan produk guna meningkatkan promosi dan daya saing produk lokal Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa LSPR akan bekerja langsung mendampingi para pengrajin Saung Bakul Buniayu. Penggerak Saung Bakul Buniayu, Kang Dhany, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara mahasiswa LSPR dan Dinas Koperasi serta Usaha Mikro membuka peluang pengembangan produk anyaman bambu yang lebih inovatif dan bernilai tanpa meninggalkan tradisi lokal.

“Kolaborasi ini memberi ruang bagi pengrajin untuk berkembang, menambah pengetahuan masyarakat, serta meningkatkan kualitas produk berbasis kearifan lokal,” ujar Kang Dhany dalam keterangan, Sabtu (27/12).

Sementara itu, Ketua Penyelenggara The Story of Buniayu, Moza Febrianita, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong keberlanjutan UMKM lokal. “Melalui The Story of Buniayu, kami ingin memperkuat UMKM dan menjaga keberlanjutan produk tradisional Indonesia melalui pelatihan digital dan pengembangan desain produk,” katanya.

Kampanye The Story of Buniayu akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap Pre-event meliputi pelatihan digital, pendampingan pembuatan konten, serta pengembangan desain produk. Tahap Main-event akan diisi dengan Mini Exhibition di Malaysia sebagai ajang memperkenalkan produk anyaman bambu Desa Buniayu kepada audiens internasional. Sedangkan tahap Post-event mencakup produksi video dokumenter, rangkuman konten media sosial, serta kunjungan lanjutan ke Desa Buniayu untuk melihat dampak dan perkembangan pascakegiatan.

Mengusung tagline “Reviving Indonesian Pride”, program ini menjadi simbol penguatan budaya lokal melalui kreativitas mahasiswa. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pendekatan edukasi dan komunikasi kreatif yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Desa Buniayu dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Tangerang. Berbagai produk dihasilkan oleh para pengrajin lokal, mulai dari tas, wadah multifungsi, hingga perlengkapan rumah tangga yang mengandalkan teknik tradisional bernilai budaya tinggi.

 

Komentar