Stok Darah PMI Banda Aceh Menipis, Yayasan Hakka Aceh Gelar Donor Darah
ASKARA - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh berdampak serius terhadap berbagai sektor kehidupan. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menyebabkan Aceh nyaris lumpuh. Salah satu dampak krusial yang kini dirasakan adalah menurunnya secara drastis ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh.
Di tengah situasi darurat tersebut, kebutuhan darah di rumah sakit-rumah sakit di Kota Banda Aceh justru tetap tinggi, terutama untuk pasien yang membutuhkan transfusi secara rutin maupun darurat.
Merespons kondisi itu, Yayasan Hakka Aceh (YHA) menggelar kegiatan donor darah dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Banda Aceh untuk berpartisipasi. Kegiatan kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, sebagaimana tercantum dalam flyer kegiatan yang telah disebarluaskan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan paket sembako bagi 150 pendonor pertama yang berhasil mendonorkan darahnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI Banda Aceh.
Panitia Donor Darah Yayasan Hakka Aceh menyampaikan bahwa aksi donor darah ini merupakan wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan terhadap sesama, khususnya para korban bencana dan pasien rumah sakit yang membutuhkan darah.
“Mari beramal, mari berdonor darah. Setetes darah kita sangat berarti bagi keselamatan nyawa orang lain,” demikian ajakan panitia dalam keterangannya.
Kegiatan ini turut diketahui dan didukung oleh Ketua Umum Yayasan Hakka Aceh, sebagai bagian dari komitmen yayasan dalam aksi-aksi kemanusiaan dan sosial di Aceh.

Komentar