Gempa Hampir Tiap Hari, Indonesia Dikepung 14 Zona Megathrust Mengerikan
ASKARA - Aktivitas gempa bumi yang hampir terjadi setiap hari di berbagai wilayah Indonesia kembali menjadi pengingat serius akan tingginya risiko kebencanaan di Tanah Air. Terbaru, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah 143 kilometer timur laut Tanimbar pada Minggu (21/12/2025) pukul 11.02.10 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 6,68 Lintang Selatan dan 131,39 Bujur Timur, dengan kedalaman 144 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun menambah daftar panjang kejadian seismik yang terus terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena gempa yang berulang ini tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik besar dunia. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia rawan gempa tektonik, baik skala kecil hingga besar.
Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024, tercatat sedikitnya terdapat 14 zona megathrust yang mengelilingi wilayah Indonesia dan sekitarnya. Zona-zona ini menyimpan potensi gempa besar dengan magnitudo yang sangat signifikan.
Zona Megathrust Aceh-Andaman tercatat memiliki potensi gempa hingga magnitudo 9,2, disusul Megathrust Jawa dengan potensi mencapai magnitudo 9,1. Sementara itu, Megathrust Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Enggano, dan Sumba masing-masing berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 8,9.
Zona lain yang juga menjadi perhatian serius antara lain Megathrust Nias-Simeulue (M 8,7), Sulawesi Utara (M 8,5), Palung Cotobato (M 8,3), Filipina Selatan (M 8,2), dan Filipina Tengah (M 8,1). Selain itu, Megathrust Jawa bagian barat dan timur juga memiliki potensi gempa besar dengan magnitudo hingga 8,9.
Para ahli menegaskan bahwa gempa-gempa kecil hingga menengah yang sering terjadi tidak dapat dijadikan penanda pasti kapan gempa besar akan terjadi. Namun, aktivitas seismik yang terus berlangsung menunjukkan bahwa energi tektonik terus terakumulasi di zona-zona tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Edukasi mitigasi bencana, kesiapan infrastruktur, serta pemahaman jalur evakuasi dinilai menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko korban jiwa apabila gempa besar terjadi.
Dengan kondisi geologis yang dimiliki Indonesia, para pakar menekankan bahwa gempa bukanlah pertanyaan “jika”, melainkan “kapan”. Oleh karena itu, kesiapan kolektif seluruh elemen bangsa menjadi langkah paling realistis dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di masa depan.

Komentar