Meski Terisolir, Warga Pedalaman Aceh Tetap Setia NKRI
ASKARA - Di tengah kondisi keterisolasian akibat bencana dan rusaknya infrastruktur, semangat nasionalisme warga di sejumlah kabupaten pedalaman Aceh tetap terjaga. Mayoritas masyarakat masih setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan terus mengibarkan bendera Merah Putih, baik di lokasi bencana, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum seperti Bandara Rembele.
Informasi tersebut disampaikan Zam Zam, relawan yang memantau langsung kondisi wilayah terdampak. Ia menyebutkan, meskipun akses menuju beberapa kabupaten sangat terbatas, warga di Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tamiang tetap menunjukkan loyalitas dan keteguhan sikap kebangsaan.
“Walaupun daerah-daerah ini terisolir, masyarakat tetap setia pada NKRI. Bendera Merah Putih masih terpasang di lokasi bencana dan di dalam kota, termasuk di Bandara Rembele,” ujar Zam Zam, Sabtu (20/12).
Saat ini, kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Di Kabupaten Bener Meriah, khususnya Kecamatan Permata, akses transportasi terputus akibat rusaknya jembatan di titik Wih Pase dan Genting Gajah, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga sangat terganggu.
Sementara itu, akses darat menuju Kota Medan dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara dilaporkan sudah kembali dapat dilalui, meskipun masih memerlukan kewaspadaan.
Zam Zam menekankan, keterisolasian wilayah-wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak, mengingat kondisi masyarakat yang semakin rentan, terutama di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses dan keterbatasan bantuan.

Komentar