Rabu, 22 Juli 2026 | 09:21
NEWS

Tujuh Jam Jalan Kaki, Pining Terisolir, Nurhayati Minta Helikopter Bantuan

Tujuh Jam Jalan Kaki, Pining Terisolir, Nurhayati Minta Helikopter Bantuan
7 jam jalan kaki untuk menuju desa-desa di Pining yang masih terisolir (Dok Zam Zam)

ASKARA - Ketua Yayasan Nurhayati Sahali Gayo Luas, Nurhayati, menyurati Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di Banda Aceh guna meminta bantuan kemanusiaan bagi Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yang hingga kini masih terisolir.

Dalam surat bertanggal 19 Desember 2025 tersebut, Nurhayati menyampaikan bahwa sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Pining belum terjangkau bantuan akibat keterbatasan akses pascabencana. Desa-desa yang dilaporkan masih terisolasi antara lain Desa Lesten, Pertik, Pasir Putih, Ekan, Pining, dan Pintu Riwe, serta beberapa desa lainnya yang masih dalam pendataan.

Nurhayati menjelaskan, untuk mencapai Kecamatan Pining dibutuhkan waktu sekitar tujuh jam perjalanan dengan berjalan kaki, melewati medan berat berupa jalur naik-turun perbukitan, sehingga distribusi bantuan melalui jalur darat sangat sulit dilakukan. Kondisi ini membuat warga sangat membutuhkan bantuan segera, terutama logistik dan kebutuhan dasar.

Atas dasar itu, Nurhayati memohon dukungan helikopter agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan ke wilayah tersebut. Ia juga telah menyampaikan titik koordinat Desa Ekan, yakni 4064191.97.588171, sebagai acuan awal penyaluran bantuan udara. Sementara itu, titik koordinat lima desa lainnya akan segera dikirimkan kepada BPBA.

Surat permohonan tersebut ditulis langsung dengan tangan di atas kertas buku, mencerminkan kondisi darurat serta keterbatasan sarana komunikasi di lapangan.

Diketahui, sejak tahun 2021, Nurhayati aktif membina masyarakat Kecamatan Pining melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ia telah mendirikan sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari TK, SD, CRA, hingga MT Tahfiz Buayya Pining, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah terpencil tersebut.

Nurhayati berharap pemerintah Aceh melalui BPBA dapat segera merespons permohonan ini, mengingat kondisi warga yang masih terisolasi dan berpotensi menghadapi krisis kemanusiaan jika bantuan tidak segera disalurkan.

 

 

Komentar