Relawan Yayasan Hakka Masih Tertahan, Akses ke Bener Meriah Belum Normal
ASKARA - Tim relawan Yayasan Hakka yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Kabupaten Bener Meriah hingga kini masih tertahan akibat kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya pulih pascabencana longsor. Hal itu disampaikan oleh relawan Yayasan Hakka, Fajri SH, dalam laporan pembaruan dari lapangan, Sabtu pagi, (13/12).
Fajri menjelaskan, sejak semalam tim relawan tertahan di kawasan Awegeutah karena jalur yang dilalui belum rampung diperbaiki. Meski pada pagi hari ini terdapat informasi bahwa lokasi tersebut sudah bisa diseberangi, namun akses yang tersedia masih sangat terbatas dan hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
“Untuk melanjutkan perjalanan, relawan harus turun melewati tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter, berpegangan pada ranting-ranting pepohonan. Kondisi ini tentu jauh dari normal dan berisiko,” ujar Fajri.
Berdasarkan informasi yang diterima dari petugas kepolisian lalu lintas serta pengawal proyek di lokasi, akses jalan diperkirakan baru akan kembali normal pada Senin mendatang. Saat dibuka nanti, kendaraan yang diizinkan melintas dibatasi dengan kapasitas maksimal 8 ton.
Sementara itu, kondisi longsor di beberapa titik menuju Bener Meriah masih tergolong berat. Tim relawan berencana melakukan peninjauan ulang setibanya di lokasi untuk menentukan strategi terbaik penyaluran bantuan, termasuk kemungkinan menurunkan relawan dari wilayah Bener Meriah langsung ke titik terdampak.
Akses alternatif melalui Tebing Maneh juga dilaporkan sudah mulai terbuka, namun hingga saat ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat belum dapat melintas karena kondisi jalan yang belum aman.
Fajri juga mengungkapkan, jalur menuju Bener Meriah masih tersendat di kawasan Enang-enang akibat terputusnya jembatan tangga besi. Selain itu, di lintasan Bireuen terdapat sedikitnya tiga titik putus, termasuk di Enang-enang dan Besi Lampahan, yang semakin memperlambat mobilisasi bantuan.
Ketua Yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong yang akrab disapa Aky, menegaskan bahwa hingga kini Awegeutah masih menjadi salah satu daerah yang belum sepenuhnya dapat ditembus kendaraan. Ia mengapresiasi semangat para relawan yang tetap bertahan di lapangan meski menghadapi medan berat dan risiko tinggi.
“Relawan diminta tetap menjaga kesehatan dan keselamatan, serta terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh semangat di tengah keterbatasan akses,” kata Aky.
Kondisi ini kembali menegaskan urgensi percepatan pembukaan akses jalan menuju wilayah tengah Aceh agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar dan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

Komentar