Bukit Longsor Terhenti di Depan Gerbang Biara, Uskup Agung Medan: "Tuhan Nyata Menyertai Umat-Nya"
ASKARA - Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, menyampaikan keprihatinan sekaligus rasa syukur mendalam atas peristiwa luar biasa yang dialami para Suster OSF di Biara San Damiano, Pandan, wilayah Keuskupan Sibolga. Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda, sebuah kejadian yang disebut banyak pihak sebagai bentuk penyertaan ilahi telah menguatkan iman umat.
Pada saat hujan deras mengguyur tanpa henti, bukit besar di depan biara tiba-tiba longsor, meluncur deras dan mengarah langsung ke kompleks Susteran OSF San Damiano. Namun, tanah longsor itu berhenti tepat di depan gerbang biara, hanya beberapa meter sebelum menghantam bangunan tempat para suster berlindung.
“Dalam derita dan ketakutan, kita melihat Tuhan tetap menjaga dan menunjukkan kuasa-Nya,” ujar Mgr. Sipayung, Selasa (9/12).
Saat longsor terjadi, para suster sedang berkumpul dalam doa, mengulangi rosario dengan penuh iman dan penyerahan diri. Doa yang sederhana, namun menjadi sumber kekuatan di tengah ancaman yang begitu dekat.
Menurut Uskup, peristiwa tersebut menjadi tanda pengharapan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, sekalipun situasi tampak gelap dan genting. “Iman menjadi benteng, dan kasih Allah menjadi perlindungan bagi siapa pun yang percaya,” ujarnya.
Mgr. Sipayung juga mengajak umat untuk terus berdoa bagi para korban bencana di berbagai wilayah serta memperkuat solidaritas melalui tindakan nyata dan kepedulian.
Kisah di Biara San Damiano kini menyebar di tengah umat, menjadi pengingat bahwa mukjizat tidak selalu hadir dalam bentuk besar, kadang ia tampak dalam detik-detik genting ketika hidup seolah berada di ambang bahaya, namun Tuhan tetap hadir menahan, menjaga, dan menuntun.

Komentar