Kejari Kotabaru Gaungkan Semangat Antikorupsi Lewat Edukasi Publik di HAKORDIA 2025
ASKARA - Kejaksaan Negeri Kotabaru menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi melalui serangkaian kegiatan edukatif dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Sejumlah agenda digelar di tiga titik berbeda pada Selasa, 9 Desember 2025, melibatkan aparatur kejaksaan, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Peringatan dimulai dengan upacara resmi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Kotabaru pada pukul 08.30 WITA. Kepala Kejari Kotabaru, Taruli Phalti Patuan, SH., MH., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Seluruh ASN dan PPNPN mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk peneguhan kembali nilai integritas dan pengabdian dalam penegakan hukum.
Di Politeknik Negeri Kotabaru, Kejari menghelat Seminar HAKORDIA 2025 yang diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan. Materi seminar berfokus pada bahaya korupsi, pentingnya integritas sejak dini, serta peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif.
Pada sore harinya, pukul 14.00 WITA, Kejari Kotabaru melanjutkan kegiatan dengan Kampanye Antikorupsi di Mall Pelayanan Publik dan DPMPTSP Kabupaten Kotabaru. Masyarakat, pelaku usaha, dan SKPD terkait mendapat edukasi langsung mengenai pentingnya transparansi, partisipasi publik, dan budaya antikorupsi dalam layanan pemerintahan.
Kepala Kejari Kotabaru, Taruli Phalti Patuan, menekankan bahwa HAKORDIA bukan sekadar seremonial, melainkan merupakan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu melawan korupsi. “Pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri. Kita memerlukan sinergi, kesadaran, dan komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Kotabaru menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penegakan hukum secara profesional, berintegritas, dan berkeadilan demi mendukung gerakan nasional antikorupsi.

Komentar