PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Papua Resmikan Kandang Habituasi Satwa Sitaan di Merauke
ASKARA - Upaya memperkuat perlindungan satwa liar Papua kembali diperkuat dengan diresmikannya kandang Habituasi untuk rehabilitasi satwa dilindungi hasil sitaan. Fasilitas ini dibangun PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) bekerja sama dengan BBKSDA Papua melalui Kantor Bidang KSDA Wilayah I Merauke, dan menjadi pusat penanganan awal sebelum satwa menjalani rehabilitasi serta dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Peresmian fasilitas yang berlokasi di Kantor Bidang KSDA Wilayah I Merauke itu menandai komitmen nyata PT BIA dan para pemangku kepentingan dalam menekan perdagangan satwa ilegal dan menjaga populasi satwa Papua, termasuk spesies yang masuk CITES Appendix II. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik awal pemulihan satwa—meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian pakan, perawatan intensif, hingga persiapan adaptasi kembali.
Sinergi Lintas Lembaga Perkuat Pengawasan
Acara peresmian turut dihadiri para pemangku kepentingan, antara lain:
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Selatan
Kepala Balai Taman Nasional Wasur
Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke
Kepala Seksi Gakkum Wilayah III Merauke
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan
Mitra TSL Kabupaten Merauke
Kehadiran berbagai lembaga tersebut memperkuat koordinasi dalam pengawasan jalur darat, laut, dan udara—tiga akses vital yang rawan digunakan untuk perpindahan satwa secara ilegal di wilayah Merauke.
Satwa sitaan yang diterima dari berbagai operasi lapangan akan menjalani masa habituasi, termasuk pemulihan fisik dan pemeriksaan dokter hewan. Setelah dinyatakan sehat dan siap, satwa-satwa tersebut akan dilepasliarkan ke habitat alami sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan populasi satwa liar Papua.
Komitmen Konservasi Berkelanjutan
Perwakilan PT Bio Inti Agrindo, Bapak Choi, menyampaikan bahwa kolaborasi konservasi bersama BBKSDA Papua telah berjalan sejak 2023 dan berfokus pada pelestarian ekosistem di Suaka Margasatwa Danau Bian.
“Komitmen ini bukan program jangka pendek, melainkan bagian dari praktik perusahaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua, Yulius Palita, menegaskan bahwa peresmian fasilitas ini merupakan langkah penting.
"Ini wujud nyata bahwa konservasi bukan hanya menjaga kawasan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kelestarian setiap makhluk hidup di dalamnya," ujarnya.
Langkah Awal Tingkatkan Upaya Perlindungan Satwa Papua
Diharapkan fasilitas Aviary (Transit/Habituasi) ini menjadi pusat rehabilitasi yang lebih terstruktur, sekaligus ruang edukasi dan kolaborasi bagi pihak-pihak yang bergerak di bidang konservasi. Dengan sarana yang lebih memadai, proses pemulihan satwa sitaan dapat dilakukan secara efektif sehingga lebih banyak satwa dapat kembali hidup bebas di alam.

Komentar