ICMI Aceh Desak Bupati Gayo Aktifkan Penerbangan Bandara Rembele untuk Atasi Isolasi Bencana
ASKARA - Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Provinsi Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah segera mengaktifkan kembali penerbangan komersial di Bandara Rembele sebagai langkah cepat membuka isolasi wilayah akibat banjir dan longsor yang melumpuhkan jalur darat sejak beberapa hari terakhir.
Akses utama menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah kini terputus total. Perbaikan jalur darat belum dapat dipastikan waktunya karena kerusakan yang dinilai kompleks dan membutuhkan waktu panjang. Kondisi ini menghambat distribusi logistik, bantuan kemanusiaan, serta mobilitas relawan nasional yang hendak masuk ke wilayah terdampak.
Ketua Pokja Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menegaskan perlunya solusi cepat.
“Dalam situasi darurat seperti sekarang, hanya jalur udara yang paling efektif. Bandara Rembele harus kembali mengoperasikan penerbangan komersial seperti tujuh tahun lalu, dengan pesawat berkapasitas 72 penumpang dan jadwal harian,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (4/12).
Baret ICMI menilai pemerintah daerah harus lebih proaktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk membuka akses udara, mengingat jalur darat dipastikan tetap sulit digunakan dalam waktu dekat.
Dalam kondisi normal saja, Rumah Sakit Datu Beru kerap mengalami overload. Situasi bencana saat ini, menurut ICMI, berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar bila akses cepat tidak segera dibuka.
Biaya perjalanan darat di saat jalur rusak juga melonjak tajam. Warga disebut harus mengeluarkan ongkos ojek sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 untuk menuju Kota Takengon—setara harga tiket pesawat.
ICMI Aceh juga menyoroti dampak ekonomi yang mulai terasa. Terputusnya akses menyebabkan harga kopi arabika Gayo—yang memasuki masa panen—jatuh drastis. Hal sama dialami petani cabai yang tidak dapat mendistribusikan hasil panennya.
“Presiden RI kami harapkan turun tangan. Rakyat Gayo menunggu langkah cepat untuk membuka isolasi ini demi mencegah krisis kemanusiaan sekaligus menggairahkan kembali ekonomi warga,” tambah Zam Zam.
Baret ICMI menegaskan bahwa jalur udara adalah satu-satunya solusi tercepat saat ini untuk mempercepat penyaluran bantuan dan mengatasi kelumpuhan wilayah akibat bencana.

Komentar