Resmi Purna Tugas dari TNI AU
Romo Kolonel Yos Bintoro Tetap Layani Umat sebagai Wakil Uskup TNI-Polri
ASKARA - Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr resmi memasuki masa purna tugas sebagai perwira aktif TNI Angkatan Udara. Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai prajurit dan imam, kepergiannya dari dinas kemiliteran menjadi momen penuh syukur, haru, dan refleksi atas perjalanan panjang panggilan yang dijalani dalam dua garis bakti.
Meski telah menyelesaikan tugasnya sebagai perwira militer, Romo Yos tidak pernah berhenti melayani. Ia tetap menjalankan peran penting sebagai Wakil Uskup TNI-Polri untuk Umat Katolik di bawah naungan Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI). Pilihan ini menegaskan bahwa panggilan imamatnya tetap menjadi dasar dan tujuan utama hidupnya, menemani, menguatkan, dan menuntun rohani para prajurit serta keluarganya.
Bagi banyak anggota TNI-Polri, Romo Yos bukan sekadar perwira rohani, tetapi bapa, sahabat, dan penopang dalam masa-masa sulit. Dalam berbagai penugasan, misa lapangan, pembinaan rohani, hingga kunjungan ke wilayah operasi, Romo Yos selalu hadir dengan keteduhan seorang gembala dan ketegasan seorang prajurit. Dua identitas itu berpadu menjadi kesaksian hidup yang langka: kesetiaan pada negara, dan kesetiaan pada Tuhan.
Purna tugas ini menjadi penanda babak baru, bukan akhir jalan. Dengan semangat pelayanan yang tak pernah surut, Romo Yos kini justru dapat lebih total mempersembahkan waktunya bagi pendampingan rohani umat di lingkungan TNI-Polri, sebuah ladang pelayanan yang selama ini tumbuh melalui akar pengabdian dan pengorbanannya sendiri.
Banyak umat mengenang Romo Yos sebagai sosok yang selalu mengajarkan bahwa kekuatan seorang prajurit sejati tidak hanya terletak pada senjata atau disiplin, tetapi pada kemurnian hati, cinta kasih, dan kesediaan untuk melayani. Pesan-pesan itu kini semakin bermakna ketika ia mengakhiri masa dinas militernya.
Dalam suasana syukur, Romo Yos menjalani masa purna tugasnya dengan sikap khas seorang imam-prajurit: rendah hati, teguh, dan menyerahkan seluruh babak hidupnya kepada penyelenggaraan Ilahi. Pengabdiannya di TNI AU mungkin telah ditutup oleh kalender, tetapi teladannya tetap menjadi inspirasi bagi generasi prajurit yang akan datang.
Dengan tetap melanjutkan tugas sebagai Wakil Uskup OCI, Romo Yos menapaki babak baru pelayanannya, lebih bebas, lebih luas, dan semakin menyentuh banyak jiwa. Sebab baginya, pengabdian sejati tidak pernah selesai; ia hanya berubah bentuk, tetapi tetap bersumber dari kasih Tuhan yang bekerja melalui dirinya.

Komentar