Rabu, 22 Juli 2026 | 19:06
NEWS

IWES Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Kemenaker untuk Penguatan Standar Welder Nasional

IWES Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Kemenaker untuk Penguatan Standar Welder Nasional
Ketua Umum IWES, Manara Lodewijk foto bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor (Dok IWES)

ASKARA -  Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (Indonesian Welding Engineering Society/IWES) melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Ketua Umum IWES, Manara Lodewijk, bersama tim diterima langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, dalam pertemuan yang berlangsung hangat dengan agenda membahas peluang kolaborasi penguatan kompetensi welder Indonesia.

Pertemuan dibuka dengan pemaparan sejarah dan peran IWES sebagai wadah besar asosiasi welding di Indonesia yang mengikuti standar asosiasi di Jepang dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Ketua Umum IWES, Manara, menjelaskan perjalanan panjang yang melatarbelakangi terbentuknya asosiasi, termasuk pengalamannya yang dikirim oleh PT Dirgantara Indonesia untuk menempuh pendidikan beasiswa di Inggris, serta jejaring kerja sama internasional dengan Amerika Serikat, Jerman, dan Austria.

Kerja sama tersebut menghasilkan banyak kemajuan, termasuk pelatihan engineer Indonesia oleh lembaga di Jerman hingga kewenangan sertifikasi yang kini dapat dilakukan secara mandiri di Indonesia. Dari sektor industri, Kementerian Perindustrian juga menjalin kolaborasi dengan Austria, di mana Manara turut terlibat dan kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Welding Indonesia.

Dalam diskusi, Manara menegaskan pentingnya standar internasional dalam proses pengelasan yang merupakan special process dan tidak bisa disamakan antarindustri, mulai dari perkeretaapian, otomotif, perkapalan, penerbangan hingga industri persenjataan. Perbedaan material dan proses menuntut adanya standardisasi dan sistem pelatihan yang lebih terstruktur.

IWES menyampaikan kesiapan untuk mendukung program Presiden terkait pelatihan welder nasional. Manara mengusulkan agar kerja sama dengan Kemenaker difokuskan pada sertifikasi dan kualifikasi tenaga industri dengan standar Eropa yang ketat, serta membangun center of excellence pelatihan welding. Ia juga menyarankan agar Wamenaker mengunjungi Cambridge, Inggris, salah satu pusat pelatihan pengelasan dunia tempat sejumlah perusahaan Indonesia menjadi anggota.

Wamenaker Afriansyah Noor menyambut positif seluruh usulan IWES. Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan program peningkatan kompetensi bagi 100 ribu welder dan 400 ribu tenaga kerja sektor hospitality, yang akan diperkuat melalui Kemenaker. Dalam program magang yang sedang disiapkan pemerintah, IWES diminta berperan dalam pelatihan yang dapat langsung diterapkan di perusahaan-perusahaan seperti Astra dan Pelindo sebelum peserta mendapatkan sertifikasi.

Ke depan, Wamenaker meminta IWES segera mendata para pelatih welder dan menyiapkan pertemuan lanjutan dengan tim teknis. Ia juga membuka peluang harmonisasi standar pelatihan industri yang selama ini belum sejalan (apple to apple) antarinstansi.

Sebagai masukan penutup, Manara mengusulkan pembentukan suatu konsorsium lintas kementerian untuk mengelola dana pelatihan dan sertifikasi dalam satu pintu. Sentralisasi ini dinilai akan membuat anggaran lebih efisien dan menghindari pemborosan.

Wamenaker menegaskan kolaborasi akan segera dimulai dengan menunjuk Adhi, staf ahlinya, sebagai PIC untuk menindaklanjuti kerja sama dengan IWES. 

 

 

Komentar