Selasa, 21 Juli 2026 | 22:38
NEWS

Hari Ketiga Operasi SAR Banjir Sibolga-Tapteng

19 Meninggal, 24 Orang Masih Dicari

Hari Ketiga Operasi SAR Banjir Sibolga-Tapteng
Tim SAR bahu-membahu mencari korban di tengah timbunan longsor (Dok Basarnas)

ASKARA - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) memasuki hari ketiga pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Hingga Rabu (27/11), tim gabungan masih bekerja mengevakuasi warga, mencari korban hilang, serta membuka akses jalur yang tertutup material longsor.

Daerah yang terendam banjir meliputi Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang. Sementara longsor terjadi di tujuh titik di Tapteng, yaitu Badiri (1), Sibabangun (1), Lumut (2), Sarudik (1), dan Tapian Nauli (2). Di wilayah Tapsel, banjir bandang disertai longsor berdampak pada Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, dan Batang Toru.

Total warga terdampak tercatat 1.952 kepala keluarga. Dari pendataan sementara: Selamat 130 orang, fievakuasi 149 orang, meninggal dunia 19 orang, dalam pencarian 24 orang. Di GOR Pandan, Tapteng, terdapat 447 pengungsi yang terdiri dari 89 pria dewasa, 96 wanita dewasa, 109 anak-anak, 43 bayi, dan 10 lansia.

Tim SAR dibagi menjadi tiga unsur utama. Tim 1 bergerak ke Perumahan Toholand, Pandan, untuk evakuasi warga. Tim 2 menuju Posko Terpadu Gedung Nasional, Sibolga. Tim 3 melakukan pergerakan mobile mengantar personel ke sejumlah titik di Sibolga dan Tapteng.

Dua personel disiagakan di Posko Gedung Nasional, sementara satu personel standby di Posko GOR Pandan. Namun, sejumlah wilayah masih belum dapat dijangkau tim SAR, terutama Perumahan Toholand dan Tanahbolon, yang aksesnya tertutup total. Kerusakan jalur darat juga terjadi dari Tarutung menuju Sibolga akibat jalan amblas. Estimasi pembangunan jembatan darurat diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 hari.

Beberapa titik banjir kini dapat dilewati, seperti Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, dan Amd. Namun akses ke Tukka masih terputus.

Pengungsian tersebar di sejumlah titik, Tapteng: GOR Pandan, Sibolga: SMPN 5 Parombunan dan Posko Terpadu Gedung Nasional, Tapsel: RS Bhayangkara, pos pengungsian desa, tenda darurat, aula Bank Indonesia, masjid Istiqomah, Aula HKBP Sibolga Hutajulu, tangga seratus Jalan SM Raja, Masjid Taqwa Muhammadiyah, Surau Gang Maninjau, dan area sekitar pemukiman Jalan Murai.

Beberapa titik belum dapat dijangkau karena gelombang laut tinggi dan jaringan komunikasi blankspot.

Operasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Sibolga, ABK KN SAR Nakula, Polres Sibolga dan Tapteng, TNI, Polairud KP Antasena, BPBD, dan potensi SAR dari masyarakat.

Tim SAR menghadapi sejumlah hambatan serius, seperti listrik padam, komunikasi terbatas, wilayah terisolasi, cuaca ekstrem, risiko longsor susulan, akses darat terputus, hingga tumpukan lumpur dan sampah pascabanjir.

Sejumlah alut dan palsar digunakan dalam operasi ini, meliputi Rescue Car I & II, sekoci KN Nakula, LCR dengan mesin 30 PK, peralatan SAR air, mountaineering, medis, alat komunikasi, drone, APD, hingga kantong jenazah.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang dan upaya pembukaan akses menuju wilayah yang terisolasi. Operasi diperkirakan akan berlangsung hingga seluruh korban ditemukan dan jalur evakuasi dinyatakan aman.

 

 

Komentar