Selasa, 21 Juli 2026 | 21:09
NEWS

Mbah Condro: Blarak Sineret Adalah Pamor Penjaga Arah dan Penolak Gelap

Mbah Condro: Blarak Sineret Adalah Pamor Penjaga Arah dan Penolak Gelap
Keris Blarak Sineret (Dok Askara)

ASKARA - Di kalangan pecinta pusaka, pamor Blarak Sineret kerap disebut sebagai pamor “penjaga arah”. Namun menurut Mbah Condro, salah satu sesepuh tosan aji yang dikenal memahami dunia batin keris, pamor ini menyimpan makna lebih dalam dibanding guratan lurus yang tampak pada bilahnya.

“Blarak Sineret iku dudu mung garis. Kuwi tapak laku,” ujar Mbah Condro dalam sebuah pertemuan terbatas di kediamannya. Ia menyebut setiap garis pada pamor ini ibarat jalur cahaya yang membelah kegelapan. Pamor tersebut dipercaya mampu menjaga pemiliknya dari langkah yang salah serta menjauhkan dari niat buruk orang lain.

Menurutnya, pola lurus yang menyerupai seretan daun kelapa bukan kebetulan. Empu zaman dahulu menempatkan pamor ini sebagai simbol pengikat batin—pengingat bahwa pemilik keris harus menjaga sikap dan tidak menyimpang dari laku yang benar. “Sing nduweni keris iki biasane luwih gampang krungu tandha lan wewarah batin,” kata Mbah Condro.

Dalam tradisi Jawa kuno, Blarak Sineret juga dianggap memiliki sifat “ngembat cahya”. Artinya, pamor ini menarik energi terang dan menolak hawa peteng. Pemiliknya diyakini lebih waspada terhadap fitnah, tipu daya, maupun bahaya yang datang tanpa tanda. Beberapa penghayat bahkan menyebut keris dengan pamor ini sering kali memberi firasat halus sebelum sebuah peristiwa besar terjadi.

Meski demikian, Mbah Condro menegaskan bahwa kekuatan pamor bukan terletak pada besinya semata, melainkan pada keselarasan pemilik dengan laku hidup. “Keris mung sarana. Sing gawe kuat kuwi niate lan resiking ati,” tuturnya.

Kini, di tengah meningkatnya minat pada pusaka keris, pandangan mistis Mbah Condro tentang Blarak Sineret menjadi pengingat bahwa setiap pamor menyimpan pesan leluhur tentang keseimbangan, arah, dan penjagaan dalam hidup.

 

Komentar