Kardinal Suharyo Tinjau Rumah Aman St. Theresia Batam
Tegaskan Komitmen Gereja Melindungi Korban Perdagangan Manusia
ASKARA - Uskup untuk Umat Katolik di Lingkungan TNI-Polri (OCI), Kardinal Suharyo, melakukan kunjungan pastoral ke Rumah Aman St. Theresia yang dikelola Keuskupan Pangkalpinang di bawah pimpinan Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung pelayanan perlindungan bagi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam penjelasannya, Romo Paschalis, yang juga Ketua KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, memaparkan empat fokus utama pelayanan Rumah Aman St. Theresia:
Pertama, Shelter dan Balai Latihan Kerja (BLK) berfungsi sebagai pusat informasi bagi korban TPPO dan calon PMI yang membutuhkan arahan, bantuan, dan rujukan resmi.
Kedua, unit shelter memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban perdagangan orang, korban kekerasan, maupun PMI bermasalah sesuai tahapan penanganan, mulai dari penyelamatan, pemulihan, hingga reintegrasi.
Ketiga, BLK mengaktifkan berbagai program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk membekali calon PMI dengan keterampilan kerja serta pengetahuan dasar sebelum penempatan.
Keempat, Keuskupan terus memperkuat kapasitas pengurus dan manajemen agar pengelolaan shelter dan BLK berjalan semakin profesional serta responsif terhadap kasus-kasus yang ditangani.
Kunjungan Kardinal Suharyo turut dihadiri sejumlah tokoh TNI-Polri dan para imam, antara lain Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Irjen Pol (Purn) Drs. Heribertus Dahana R., Laksda TNI (Purn) AR Agus Santoso, Kolonel Inf. Sudung Hasiholan C.H., Romo Kolonel (Sus) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr, Mayor Laut (P) Paulus Angandi Arum, AKBP (Purn) Petronela Rosena Hasan, dan Romo Ipda Octavianus Pelagian Ranta, Pr.
Kehadiran Kardinal Suharyo di Rumah Aman St. Theresia menegaskan komitmen Gereja untuk berada di garis terdepan dalam melindungi martabat manusia. Kunjungan ini sekaligus menjadi dorongan moral bagi para pengelola yang setiap hari bergelut dalam pelayanan kemanusiaan bagi korban yang rentan dan membutuhkan perlindungan.

Komentar