Gempa M5,2 Guncang Halmahera Timur, Warga Diimbau Tetap Waspada
ASKARA - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M5,2 mengguncang wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Minggu (23/11/2025) pukul 10.19 WIB. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pusat gempa berada di daratan pada koordinat 1,21° LU dan 128,48° BT, tepatnya 11 kilometer barat daya wilayah tersebut, dengan kedalaman 10 kilometer.
Lembaga pemantau gempa internasional melaporkan data serupa. USGS Amerika Serikat mencatat magnitudo M5,4 pada lokasi dan kedalaman yang hampir sama. GFZ Jerman mencatat magnitudo identik (5,4 mb) namun dengan kedalaman lebih besar, yakni 94 kilometer.
Analisis Geologi: Dipicu Aktivitas Patahan Aktif
Berdasarkan analisa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pusat gempa berada pada kawasan daratan dengan morfologi kompleks. Wilayah ini didominasi pegunungan terjal dari batuan beku basa hingga ultrabasa, material metamorf tua, serta daerah karst berupa perbukitan lebih landai yang tersusun batugamping dan sedimen Tersier.
Di kawasan pesisir, batuan didominasi terumbu karang muda dan endapan aluvial, yang umumnya memiliki kemampuan memperkuat guncangan.
Struktur geologi menunjukkan wilayah pusat gempa berada pada zona tanah kelas C hingga E, dari tanah sangat padat hingga tanah lunak. Faktor ini menentukan tingkat getaran dan risiko kerusakan di permukiman.
PVMBG menyimpulkan bahwa gempa ini dipicu oleh pergerakan sesar mendatar (strike-slip) pada zona patahan aktif lokal Halmahera.
Dampak dan Tingkat Guncangan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. BMKG mencatat guncangan dirasakan di wilayah Tobelo, Halmahera Utara, pada skala III MMI, atau getaran yang terasa jelas dalam rumah namun tidak menimbulkan kerusakan.
Lokasi episentrum berada pada kawasan yang dikategorikan sebagai Kawasan Rawan Bencana Gempa Menengah.
Karena gempa terjadi di daratan, PVMBG memastikan tidak ada potensi tsunami.
Rekomendasi: Waspada Gempa Susulan
PVMBG mengeluarkan imbauan resmi kepada warga:
- Tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BPBD dan lembaga berwenang.
- Memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ditempati.
- Menghindari wilayah tebing, area rawan longsor, serta tidak beraktivitas dekat lereng curam, khususnya saat hujan.
- Memahami jalur evakuasi dan standar bangunan tahan gempa di wilayah risiko.
Masyarakat juga disarankan tidak mudah terpengaruh informasi tidak valid terkait ramalan gempa atau tsunami.
Gempa susulan memungkinkan terjadi, namun sebagian besar tidak signifikan.
Sebagai wilayah yang berada dalam sabuk tektonik aktif, Halmahera kembali diingatkan bahwa kesiapsiagaan dan edukasi publik adalah kunci pengurangan risiko bencana.

Komentar