Kamis, 18 Juni 2026 | 02:29
COMMUNITY

PWI Jaya dan MKKS SMK DKI Jakarta Perkuat Literasi Media di SMKN 8

PWI Jaya dan MKKS SMK DKI Jakarta Perkuat Literasi Media di SMKN 8
Ketua MKKS SMK DKI Jakarta, Darminto M.Par, dan Ketua PWI Jaya, Kesit B Handoyo foto bersama seluruh peserta kegiatan (Dok PWI Jaya)

ASKARA - Upaya meningkatkan pemahaman tentang dunia pers dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK DKI Jakarta melalui kegiatan literasi media yang digelar di SMKN 8 Jakarta, Kamis (13/11/2025). Sekitar 75 kepala sekolah dari seluruh wilayah Jakarta hadir mengikuti forum tersebut.

Ketua MKKS SMK DKI Jakarta, Darminto M.Par, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar untuk memperkaya pengetahuan para kepala sekolah mengenai kerja-kerja jurnalistik serta alur informasi publik. "Kami ingin anggota MKKS memahami cara kerja media dan mengetahui bagaimana bersikap saat berhadapan dengan wartawan," ujarnya.

Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo dan Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman menjadi narasumber dalam sesi yang berlangsung hampir tiga jam. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Seksi Kelembagaan dan Sumber Belajar SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ningtias Safitri. Para peserta terlihat antusias, terutama saat membahas cara membedakan wartawan profesional dengan pihak-pihak yang mengatasnamakan media untuk kepentingan tertentu.

Dalam sesi dialog, Andrianto, salah satu anggota MKKS, mengungkap pengalaman tidak mengenakkan ketika sekolahnya pernah dilaporkan ke pengadilan oleh sebuah media hanya karena tidak memberikan jawaban terkait anggaran sekolah. Kisah tersebut mengejutkan Kesit dan Arman. Menurut keduanya, tindakan seperti itu bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik. "Wartawan tidak boleh memaksa, apalagi memeras atau melaporkan narasumber hanya karena tidak puas dengan jawaban," tegas Kesit.

Arman Suparman yang memiliki latar belakang pendidikan hukum meminta kasus tersebut didokumentasikan agar dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di internal PWI. Ia menilai penting untuk menelusuri bagaimana peristiwa itu dapat sampai ke ranah hukum.

Di akhir kegiatan, Darminto menyampaikan apresiasi kepada PWI Jaya. Ia menilai diskusi ini membuka wawasan para kepala sekolah mengenai kerja pers, termasuk perbedaan antara media profesional dan konten media sosial yang kerap membingungkan publik. "Kami berharap kolaborasi dengan PWI Jaya dapat berlanjut, terutama menghadapi dinamika media digital yang berkembang cepat," katanya.

 

Komentar