Kamis, 04 Juni 2026 | 07:46
COMMUNITY

Perempuan Didorong Untuk Lebih Memahami Teknologi Tinggi dan Nuklir

Perempuan Didorong Untuk Lebih Memahami Teknologi Tinggi dan Nuklir
Forum Dialogue of Women of High-Tech Industries of Russia and Indonesia (Dok Sisca)

ASKARA – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Dialogue of Women of High-Tech Industries of Russia and Indonesia. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) bersama Association of Women in the Nuclear Industry (WIN Russia) di auditorium Gedung 720  Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie , Puspitek, Serpong, 4-6 November. Acara ini  mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Rosatom, perusahaan energi nuklir milik Rusia.

“Kami berharap para wanita tidak hanya menjadi pengikut, tapi juga berani menjadi pelopor dalam industri nuklir. Saat ini banyak sumber dan platform yang dapat digunakan untuk pembelajaran teknologi tinggi, termasuk tentang nuklir, “ kata Alexandra Ryabykh, Co Founder of the Foundation for The Support and Development of Women’s Initiatives  “Association of Women in the Nuclear Industry”  dan Head of the Rosatom Women’s Community  saat menyampaikan sambutan, Rabu (5/11).

Berbeda dengan Rusia, saat ini Indonesia belum memiliki industri nuklir. Oleh karena itu perlu dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. “Untuk masalah nuklir kita harus kerjasama dengan internasional dalam berbagai hal. Keterlibatan pemangku kepentingan sangat penting untuk mengembangkan nuklir di Indonesia,” jelas Geni Rina Sunaryo, Head of HIMNI Women’s Capacity Development Department.

Dalam paparannya, Geni menjelaskan bahwa pesan kuncinya adalah ingin membangun masa depan energi bersih dan berkelanjutan Indonesia melalui inovasi, pendidikan, dan kolaborasi

Ada tiga hal yang menjadi visi nasional, yaitu mencapai zero emission pada tahun 2060, membangun pembangkit tenaga nuklir 500 MW pertama pada tahun 2032, dan kesiapan sumber daya manusia yang sama pentingnya dengan teknologi itu sendiri

Forum ini juga dilaksanakan untuk memperluas jaringan kerja sama, pertukaran keahlian, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi nuklir dan industri berteknologi tinggi yang tentunya akan memberikan manfaat besar untuk kepentingan masyarakat luas.

Selama ini sudah banyak dilakukan upaya untuk memberikan edukasi kepada para perempuan di Indonesia yang berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya peneliti, pengajar, tapi juga termasuk mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Acara ini dihadiri oleh para pembicara ahli yang mayoritas perempuan yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Rusia, Filipina, Turki, Belarusia, Kirjistan, dan juga Afrika yang dilakukan secara offline dan juga online. Ada tiga panel diskusi yang diangkat, yaitu Education and Technology: Shaping the Future of Nuclear Energy, Green Energy and Nuclear: Technolgies for The Future, Nuclear Technologies in Medicine: Partnership for the Future. Pada sesi pleno diangkat pembahasan tentang Cooperation for Sustainable Development of Industry and Technology.

Setelah melakukan diskusi, pada forum ini juga dilaksanakan Annual Meeting of the International Council for the Support and Development of Women in Technology and Industry.

 

Komentar