Senin, 20 Juli 2026 | 03:00
COMMUNITY

SAGKI 2025

Semangat Santo Carolus Borromeus Jadi Inspirasi Gereja untuk Hadir di Tengah Dunia yang Terluka

Semangat Santo Carolus Borromeus Jadi Inspirasi Gereja untuk Hadir di Tengah Dunia yang Terluka
Sejumlah narasumber di hari kedua Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025 (Dok Askara)

ASKARA - Dua hari pelaksanaan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 menjadi momen istimewa karena sosok Santo Carolus Borromeus, Uskup Agung Milan, mendapat tempat khusus dalam permenungan para peserta. Teladan hidupnya yang penuh cinta kasih dan pengabdian kepada masyarakat menjadi inspirasi bagi Gereja di Indonesia untuk semakin nyata dalam pelayanan di tengah dunia modern yang penuh tantangan.

Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., menggambarkan sosok Santo Carolus Borromeus sebagai figur yang sangat relevan bagi konteks Gereja Indonesia saat ini. "Ia tampil sebagai tokoh Gereja di tengah oase padang kering kerontang, simbol kehadiran kasih Allah di dunia yang haus akan harapan," ujarnya.

Gambaran tentang Gereja di Indonesia sendiri, lanjutnya, tampak jelas dari paparan dan refleksi berbagai keuskupan selama sidang berlangsung. Setiap keuskupan berbagi pengalaman, tantangan, dan langkah konkret dalam menjalankan misi pastoral di tengah perubahan sosial, budaya, dan lingkungan yang cepat.

Antusiasme peserta SAGKI 2025 pun sangat tinggi. Beragam pertanyaan dan diskusi hangat muncul dari para peserta, terutama mengenai isu-isu mendesak seperti perusakan alam, perdagangan manusia, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran HAM, dan feodalisme. Semua topik ini menjadi bahan refleksi tentang bagaimana Gereja dapat hadir secara profetis dan solutif.

Salah satu gagasan penting yang mengemuka adalah panggilan dan perutusan Gereja untuk tidak bersikap frontal terhadap situasi dunia, melainkan hadir sebagai sahabat dan penyembuh. Gereja diajak untuk terus bergerak menjadi "Gereja rumah sakit", yang membuka pintu bagi semua orang yang terluka secara rohani maupun sosial.

Mengutip Paus Benediktus XVI, ditgaskan pentingnya agar Gereja tidak terjebak pada kepercayaan diri semu, tetapi senantiasa bersandar pada kasih dan rahmat Allah. "Gereja harus menjadi pelita di tengah kegelapan, bukan menara gading yang jauh dari umat," tegasnya.

Dengan semangat Santo Carolus Borromeus, SAGKI 2025 meneguhkan kembali komitmen Gereja Indonesia untuk hadir di tengah masyarakat, membawa kasih, pengampunan, dan harapan bagi semua.

 

 

Komentar