Kamis, 04 Juni 2026 | 06:51
LIFESTYLE

Makna Tersembunyi di Balik Patung Katak Black Jade

Makna Tersembunyi di Balik Patung Katak Black Jade
Patung katak black jade (Dok Rini)

ASKARA - Sebuah patung katak berwarna hitam dengan mata merah menarik perhatian di rumah keluarga Thomas Sukar, seorang warga Blitar keturunan suku Jawa. Patung yang tampak sederhana ini ternyata memiliki makna simbolik yang kuat dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.

Keluarga Thomas dikenal memiliki ketertarikan terhadap benda seni dan budaya. Berbagai koleksi mereka diterima dari teman-teman yang memberikan secara sukarela, sebagai bentuk persahabatan dan apresiasi terhadap nilai seni. Di antara koleksi tersebut, patung katak dari batu alam menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.

Patung ini terbuat dari batu alami berwarna hitam jenis black jade, bahan yang dikenal bernilai tinggi dan sering diasosiasikan dengan kekuatan spiritual serta perlindungan energi positif. Dalam budaya Tionghoa, patung tersebut dikenal sebagai “Jin Chan” atau katak rezeki, yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi pemiliknya.

Dalam tradisi Feng Shui, Jin Chan biasanya digambarkan sebagai katak berkaki tiga yang menggigit koin emas di mulutnya, simbol datangnya rezeki dan keberhasilan dalam usaha. Penempatan patung ini pun tidak sembarangan. Katak rezeki lazim ditempatkan di ruang tamu atau dekat pintu masuk rumah dengan posisi menghadap ke dalam, melambangkan aliran rezeki yang terus mengisi kehidupan penghuni rumah.

“Patung ini sudah lama menjadi bagian dari koleksi keluarga kami,” ujar Thomas, ketika ditemui belum lama ini.

Mata merah pada patung tersebut diyakini melambangkan kewaspadaan dan energi pelindung terhadap hal-hal negatif, sedangkan bahan black jade dipercaya memperkuat daya tarik rezeki dan menolak energi buruk.

Secara spiritual, black jade atau giok hitam dianggap sebagai batu pelindung yang membawa ketenangan, keberanian, dan stabilitas emosional. Dalam filosofi Timur, batu ini diyakini mampu menyerap energi negatif sekaligus memperkuat keteguhan hati dan kebijaksanaan pemiliknya. Tidak heran jika perpaduan antara bentuk Jin Chan dan bahan black jade dianggap sebagai simbol keselarasan antara perlindungan, kemakmuran, dan keseimbangan hidup.

Lebih dari sekadar karya seni, koleksi seperti ini mencerminkan bagaimana nilai budaya lintas etnis dapat saling berkelindan, memperkaya harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

 

 

Komentar