Minggu, 07 Juni 2026 | 09:52
NEWS

Pertamina EP Zona 9 Catat Lompatan Penjualan Gas 150 Persen, Bukti Inovasi dan Sinergi

Pertamina EP Zona 9 Catat Lompatan Penjualan Gas 150 Persen, Bukti Inovasi dan Sinergi
Pekerja Pertamina EP Zona 9 (Dok PEP)

ASKARA - Kinerja gemilang kembali ditorehkan oleh PT Pertamina EP (PEP) Zona 9. Melalui unit operasional PEP Sangasanga Field dan PEP Sangatta Field, perusahaan berhasil mencatat peningkatan penjualan gas bumi hingga 150 persen di tahun 2025. Capaian luar biasa ini dihasilkan dari kerja sama strategis dengan PLN Tanjung Batu melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), dengan total penyaluran mencapai 8,019 MMSCFD, melampaui target penjualan bulan September.

Dampak langsung dari pencapaian tersebut adalah peningkatan rata-rata pendapatan bulanan sekitar Rp3,9 miliar di atas komitmen yang telah ditetapkan. Torehan ini sekaligus memperkuat kontribusi Zona 9 terhadap ketahanan energi nasional dan efisiensi bisnis Subholding Upstream Pertamina.

Manager Subsurface Development Area (SDA) 2 Zona 9, Ade Lukman, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan tersebut terletak pada sinergi kuat antarunit kerja melalui skema Facility Sharing Agreement (FSA) yang melibatkan PEP Sangasanga Field, PEP Sangatta Field, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
“Sinergi dan inovasi menjadi energi utama kami. Apa yang dulu dianggap sulit, kini bisa diwujudkan lewat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujar Ade di Balikpapan, Jumat (31/10/2025).

Selain optimalisasi fasilitas eksisting, tahun ini juga menjadi momentum penting dengan dimulainya komersialisasi gas dari Lapangan Anggana dan South Kutai Lama. Di PEP Sangatta Field, sebagian gas operasional dialihkan menjadi sumber penjualan baru untuk PLN Tanjung Batu. Langkah lain yang turut berperan besar adalah pemasangan Booster Compressor Very Low Pressure (VLP) di wilayah Binangat, yang memungkinkan pengaliran gas bertekanan rendah dari Lapangan Sambutan.

“Upaya ini membuktikan bahwa sumur-sumur mature masih memiliki potensi besar jika diolah dengan pendekatan teknologi yang tepat,” tambah Ade.

Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning, Supriady, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil strategi jangka panjang yang konsisten. “Kami tidak berhenti pada pencapaian ini. Eksplorasi dan inovasi akan terus digalakkan untuk memperkuat cadangan dan mendukung keberlanjutan energi nasional,” katanya.

Sejak PJBG pertama kali diterapkan pada 2022, gas dari PEP Sangasanga dan PEP Sangatta telah berubah dari sekadar sumber energi internal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempertegas komitmen Pertamina EP Zona 9 terhadap Asta Cita Nasional menuju kemandirian energi Indonesia.

Berada di bawah koordinasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, Zona 9 terus berupaya menghadirkan operasi migas yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Capaian ini menjadi wujud nyata semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia, bahwa inovasi dan kolaborasi di hulu migas mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga pasokan energi bagi negeri,” tutup Supriady.

 

 

Komentar