Kamis, 04 Juni 2026 | 08:24
LIFESTYLE

Inilah Mengapa Usia di Atas 55 Tahun Perlu Reuni

Reuni dengan Teman Sekolah: Bukan Sekadar Nostalgia, tapi Terapi Jiwa

Reuni dengan Teman Sekolah: Bukan Sekadar Nostalgia, tapi Terapi Jiwa
Alumni SMP Van Lith Jakarta ketika merayakan ulang tahun (Dok Rateh)

ASKARA - Di usia di atas 55 tahun, banyak orang mulai memasuki fase kehidupan yang lebih tenang setelah melewati masa kerja panjang, membesarkan anak, atau bahkan memasuki masa pensiun. Pada fase inilah, reuni dengan teman-teman masa sekolah memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar temu kangen.

Penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa koneksi emosional dengan teman lama dapat meningkatkan kebahagiaan, menurunkan stres, dan menjaga kesehatan mental. Pertemuan dengan teman sebaya di masa muda membawa kenangan positif yang memicu hormon dopamin dan oksitosin, dua zat kimia otak yang berperan penting dalam menciptakan rasa bahagia dan tenang.

Selain itu, reuni menjadi momen refleksi kehidupan. Banyak yang menyadari betapa cepat waktu berlalu, dan dari sana muncul rasa syukur atas perjalanan hidup masing-masing. Melihat teman yang masih sehat, sukses, atau tetap semangat dalam menjalani hidup bisa menjadi inspirasi untuk tetap produktif dan optimis di usia lanjut.

Reuni juga membuka peluang membangun kembali jaringan sosial yang mungkin sempat terputus. Bagi sebagian orang yang sudah pensiun, lingkungan sosial sering menyempit. Berinteraksi dengan teman lama membantu mengembalikan rasa memiliki (sense of belonging) dan menghindarkan dari rasa kesepian yang sering dialami di usia senja.

Tak hanya itu, reuni sering menjadi ajang menemukan kembali identitas diri yang kadang terlupakan. Saat berbagi kisah masa remaja, seseorang kembali pada versi dirinya yang penuh semangat, polos, dan penuh impian. Itu menjadi pengingat bahwa semangat hidup tidak harus padam hanya karena usia bertambah.

Pada akhirnya, reuni bagi mereka yang berusia di atas 55 tahun bukanlah sekadar ajang nostalgia. Lebih dari itu, ia adalah terapi sosial dan emosional yang menyehatkan jiwa, memperkuat persaudaraan, serta menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali sederhana, berbagi tawa dan cerita bersama sahabat lama.

 

 

Komentar