Rabu, 22 Juli 2026 | 20:08
NEWS

Best Practice PHM: Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove Delta Mahakam Kontribusi Nyata Mitigasi Karbon

Best Practice PHM: Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove Delta Mahakam Kontribusi Nyata Mitigasi Karbon
Rehabilitasi mangrove Delta Mahakam (Dok PHM)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pelestarian ekosistem pesisir. Hal ini dibuktikan pada Oktober 2025 dengan diundangnya PHM sebagai narasumber pada Forum “Berbagi Pengalaman Rehabilitasi Mangrove di Kalimantan Timur” yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.

Forum tersebut bertujuan memperkuat integrasi program ekosistem pesisir dalam kebijakan daerah dan menjadi ajang bagi PHM untuk membagikan best practice bertajuk “Upaya dan Tantangan Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove.” Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti KPHP dan DLH di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga akademisi dan komunitas lingkungan.

Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menjelaskan bahwa keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHM terletak pada kolaborasi solid yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan BUMDes, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. “PHM berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi yang berdampak positif dan nyata terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengimplementasikan prinsip ESG dan mendukung pencapaian SDGs,” ujarnya, Jumat (24/10).

Dalam aspek lingkungan, PHM melaporkan capaian penanaman yang signifikan, yakni lebih dari 600 ribu pohon termasuk mangrove dan pohon endemik Kalimantan berhasil ditanam sepanjang 2023–2024. Upaya ini dinilai krusial dalam mitigasi abrasi, menjaga ekosistem pesisir, dan mengurangi emisi karbon melalui penyerapan karbon (carbon sequestration).

Program PHM juga terbukti menciptakan dampak multidimensi. Di bidang ekonomi lokal, program ini meningkatkan pendapatan warga dengan membuka lapangan pekerjaan baru, terutama melalui optimalisasi peran BUMDesa Karya Sepatin sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan. Di sisi lain, PHM aktif menerapkan kesetaraan gender dengan melibatkan lebih dari tujuh perempuan dari kelompok rentan dalam kegiatan penyemaian dan penanaman mangrove.

Selain itu, program ini berfungsi sebagai wahana pembelajaran lingkungan dengan mengintegrasikan kurikulum mangrove di sekolah-sekolah binaan, menargetkan siswa sebagai agen perubahan sejak dini. Dengan fokus pada kolaborasi dan hasil nyata, PHM sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Wilayah Kerja Mahakam menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak), Tujuan ke-13 (Perubahan Iklim), dan Tujuan ke-15 (Ekosistem Daratan).

 

 

Komentar