Dalam Dua Hari, 88 Gempa Guncang Indonesia
ASKARA – Aktivitas gempa bumi di Indonesia kembali meningkat. Berdasarkan data BMKG, selama 9 hingga 10 Oktober 2025, tercatat sebanyak 88 kali gempa mengguncang berbagai wilayah tanah air, dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,3 hingga 4,6.
Menariknya, puncak aktivitas gempa terjadi pada 9 Oktober, dengan 48 kali guncangan yang tersebar di sejumlah daerah, terutama di Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara pada 10 Oktober, tercatat 40 gempa lainnya dengan skala kecil hingga sedang.
Sebagian besar gempa tersebut terjadi di kedalaman dangkal dan tidak dirasakan masyarakat. BMKG memastikan bahwa tidak ada gempa yang berpotensi tsunami, serta tidak ditemukan laporan kerusakan berarti di lapangan.
"Indonesia berada di pertemuan empat lempeng tektonik besar dunia. Aktivitas gempa seperti ini merupakan pelepasan energi alami yang terjadi setiap waktu," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, belum lama ini. Ia menambahkan, meskipun wajar, masyarakat tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa yang bisa terjadi kapan saja.
Rangkaian gempa ini berlangsung hanya beberapa hari setelah fenomena Bulan Purnama (Supermoon) pada 7 Oktober 2025. Namun, para ahli memastikan tidak ada kaitan ilmiah antara fase Bulan dan peningkatan aktivitas seismik.
Rentetan 88 gempa dalam dua hari, dengan puncak 48 kali pada 9 Oktober, menjadi pengingat bahwa negeri ini berada di atas lempeng yang terus bergerak, dan kewaspadaan adalah kunci keselamatan.

Komentar