Rabu, 17 Juni 2026 | 19:51
COMMUNITY

Workshop NAPZA Papua Selatan Tekankan Peran Pelajar hingga Tokoh Agama

Workshop NAPZA Papua Selatan Tekankan Peran Pelajar hingga Tokoh Agama
Peserta Workshop NAPZA Papua Selatan foto bersama (Dok Winona)

ASKARA - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan menggelar Workshop NAPZA bagi pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan tokoh agama pada 2-3 Oktober 2025 di Hotel Care In, Merauke.

Kegiatan dibuka oleh Plh. Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Selatan, Ahmad Rifai. Dalam sambutannya, Ahmad menegaskan pentingnya peran peserta sebagai saluran informasi di lingkungan masing-masing. “Tokoh agama dapat menyampaikan pesan tentang materi NAPZA dalam bentuk kotbah, sementara pelajar dan mahasiswa bisa menyalurkan informasi ke teman sebaya,” ujarnya.

Plh. Kabid Yankes & Sumber Daya Kesehatan, Florida Tethool, selaku penanggung jawab kesehatabn jiwa, menjelaskan bahwa workshop yang telah memasuki tahun kedua ini menghadirkan dua narasumber dari BNN Provinsi Papua. “Antusiasme peserta sangat tinggi, tahun ini lebih dari 70 peserta mengikuti dengan semangat. Metodenya diskusi dan curah pendapat sehingga peserta bisa lebih aktif,” ungkap Florida.

Ahmad Rifai menambahkan, workshop ini diharapkan mampu menjadikan peserta sebagai corong informasi di rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mengingat Merauke merupakan kota transit yang rawan dijadikan ladang ganja.

Florida turut mengingatkan agar generasi muda mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan keluarga terdekat. Menurutnya, peredaran ganja semakin marak terutama di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini.

Kegiatan ini diapresiasi peserta karena dinilai sangat bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran anak-anak muda terhadap bahaya NAPZA.

 

 

Komentar